Dua Pastor Rayakan 50 Tahun Gereja Katolik di Seya Mare, Keuskupan Manokwari Sorong

0
333
Dua Pastor Rayakan Misa Yubelium di Seya Mare, Maybrat
- Iklan Berita 1 -

MAYBRAT, Monitorpapua.com – Keuskupan Manokwari Sorong mencatat, di Kampung Seya, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat Papua Barat, tepat 4 April 2019 ini merupakan tanggal bersejarah bagi umat Katolik di Paroki Senya. Betapa tidak, pada 4 April 1969 lalu, masyarakat di Kampung Seya secara resmi masuk dalam lingkaran Gereja Katolik di Mriah Printah Seya.

Kampung Seya ini merupakan bagian dari distrik Mare, sebelah utara dan timur distrik ini berbatasan dengan distrik Aifat, barat dan selatan berbatasan dengan distrik Ayamaru dan Ayamaru utara. Aksesibilitas untuk mencapai ibu kota distrik cukup jauh (±10 Km).

Dihadiri Tokoh-Tokoh Gereja, Pendeta Abraham Semunya

Injil Tuhan ditaburkan Pastor di Tanah Seya. Maka hari ini (4/4) ratusan umat Katolik berkumpul bersama merayakan 50 tahun Pekabaran Injil di Tanah Seya Maybrat. Adapun sejumlah acara yang disiapkanadalah Misa Syukur bersama yang dipimpin oleh Pastor Markus Malar, OSA, dan Pastor Heribertus Lobya, OSA.

Dalam homilinya, Pastor Markus Malar menjelaskan bahwa Yesus yang datang dengan pakaian budaya Yahudi juga mesti dikenakan pakaian budaya Seya Mare.

Tujuannya supaya Injil yang dibawa oleh Yesus Kristus juga dipahami oleh setiap orang Katolik Seya. Sebab Yesus Kristus datang untuk menyempurnakan budaya-budaya di seluruh dunia.

Acara Yubelium ada peluncuran dua Buku, salah satu judul Buku yakni “Beribut Merebut Tuhan di Seya”

Dalam misa itu, juga dihadiri oleh Pendeta Abraham Semunya sebagai tokoh Gereja Protestan dan Para tokoh-tokoh Sejarah Gereja pada waktu itu.

Acara Yubelium ini juga dihadiri segenap umat Praparoki Santo Ambrosius Suswa Mare, umat Paroki Santo Yosep Ayawasi, dan segenap umat Katolik berbagai wilayah lain di Sorong raya dan Papua.

Acara Yubelium ada peluncuran dua Buku, Salah satu judul Buku “Sistem Kepemilikan dan Pewarisan Menurut Adat Maybrat”

Perayaan Yubelium ini juga diadakan launcing buku baru karya Samuel Asse Bless, SSi, MSi dengan judul Beribut Merebut Tuhan di Seya dan buku karya Yosep Bless, SH, MH, dengan judul Sistim Kepemilikan dan Pewarisan Menurut Hukum Adat Maybrat. Acara Yubelium ini juga dimeriahkan oleh tarian-tarian adat dari umat Katolik Seya, Sun, dan Suswa serta kelompok Marmo ( Mare Moi) dari Kabupaten Sorong.

Acara ini berlangsung dengan penuh hikmat, aman, damai,  dan penuh persaudaraan. Dalam acara itu juga diadakan  pemberkatan dan peletakkan batu pertama tugu Miyor Sipat, tugu tiga tungku yaitu agama, adat, dan pemerintah di Mriah Printah Seya. (RED-MP/P.H.Lobya, OSA/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.