Mahfud, MD bukan Negarawan dan Politikus

0
96
Pastor Izaak Bame, PR
- Iklan Berita 1 -

Mahfud, MD bukan Negarawan dan Politikus
Oleh Pastor Izaak Bame

SORONG, Monitorpapua.com – Mahfud, MD bukanlah seorang negarawan dan Politikus sejati. Betapa tidak, Mahfud MD yang dipilih Presiden Ir.Joko Widodo tidak mampu memberikan alasan tepat menanggapi sikap Perdana Mentri Vanuatu.

Demikian ditegaskan Pastor Izaak Bame setelah membaca sejumlah media terkait tanggapan Pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadapa sikap Perdana Mentri Vanuatu tentang pelanggaran HAM di Papua pada sidang tahunan di PBB bulan September 2020 lalu.

“Yang menjadi tidak masuk akal saya adalah tanggapan dari Mahfud, MD bahwa Perdana Menteri Vanuatu mengada-ada dan bukan mewakili Orang Asli Papua. Maka pertanyan sederhana kalau di Papua tidak ada pelanggaran HAM mengapa Pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia takut untuk mengizinkan dari PBB untuk melakukan Investigasi di Papua?,”.celetuk Pastor Izaak Bame.

“Saya Pastor Izaak Bame, Pr, tidak punya pengalaman di Pemerintahan dan Politik tapi setelah membaca tanggapan Mahfud, MD, saya berkesimpulan bahwa tanggapan itu amat naif, masa seorang Mentri Politik, Hukum dan HAM bisa memberi tanggapan murahan bahkan saya merasa tanggapan itu bukan seorang Negarawan dan Politikus sejati,” tegasnya.

Pertanyan lain kalau Pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak mau Negara lain ikut campur masalah Pelanggaran HAM di Papua ya coba dengar laporan dari pihak Papua baik Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur, MRP, KOMNAS HAM, Pengacara, Gereja-Tokoh Agama.

Namum, kelihatannya Pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak punya telinga, hati, mata dan otak untuk merespon, menganalisa setiap persoalan yang disuarakan dari Papua. Apakah menurut Mahfud, MD penembakan seorang Pendeta di Intan Jaya oleh TNI itu mengada-ada, Penembakan empat (4) orang siswa di Paniai Desember 2014 itu berita mengada-ada, Pembunuhan Theys Eluway November 2001 oleh Kopassus itu berita mengada-ada, Pembunuhan dan pemerkosan pada bulan Juli 1998 di kota Biak itu mengada-ada ?

“Mahfud, MD, kalau saudara belum tahu banyak tentang pelanggaran HAM di Papua mohon Tutup Mulutmu, Rakyat Asli Papua sudah muak terhadap Mahfud MD,

“Mahfud, MD, perlu tahu bahwa sekarang ini seluruh” Rakyat Asli Papua” tidak percaya
kepada Presiden Republik Indonesia, Ketua MPR -DPRRI terutama Mentri Politik Hukum dan HAM , Mentri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri dan Menteri Keamanan, sekali lagi Mahfud, MD, tidak mampu urus Papua sebagai Menteri yang dipercayakan Presiden lebih baik mundur dari jangan hanya penipu diri sebagai Menteri tapi tidak bisa bekerja sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden.

Coba ada rasa malu dan rasa salah kalau Negara lain melihat persoalan yang terjadi di Indonesia terutama di Papua atau memang Pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia memang sudah tidak punya Nurani Seandainya punya Nurani saya percaya Mahfud, MD pasti tidak memberikan tanggapan semurah itu atau kah memang Mahfud, MD, termasuk perancang untuk terjadinya Pelanggaran HAM di Papua sehingga kalau ada orang dari Negara lain memberikan koreksi, saran, masukkan dianggap.mengada ? Mahfud, Md, jangan berpura-pura baik kepada Rakyat Asli Papua, lebih baik diam urus pekerjaan mu saja jangan ikut bicara masalah Papua karena Mahfud, MD, bukan tipe pemimpin yang punya Hati untuk memihak Orang Kecil .(**)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.