KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna : Kuasailah Udara, Faktor Penentu Perang Modern

0
129
- Iklan Berita 1 -

MOROTAI, Monitorpapua.com – TNI Angkatan Udara Kabupaten Pulau Morotai menyelenggarakan Upacara HUT Ke 73 Tahun 2019 tepatnya di Markas Besar TNI Angkatan Udara (AU) Leo Wattimena Pulau Morotai,  Selasa (9/4) dipimpin langsung Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Leo Wattimena,  Kolonel Nav. Arif Budhiyanto, SE

Bupati Pulau Morotai Benny Laos hadir bersama para Pejabat TNI AU Pulau Morotai, Kapolres Pulau Morotai, Para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil TNI Angkatan Udara serta tamu undangan.

Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE. M.M dalam sambutan tertulis yang dibacakan Irup Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Leo Wattimena,  Kolonel Nav. Arif Budhiyanto, SE menegaskan konsep kegiatan peringatan tahun ini adalah “Pesta Rakyat”  sebagai manifestasi keunggulan TNI Angkatan Udara dengan rakyat. TNI Angkatan Udara lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan hasil-hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, ungkapnya.

Peringatan HUT ke-73 TNI Angkatan Udara ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk melestarikan nilai-nilai historis perjuangan TNI Angkatan Udara sejak awal berdiri, serta sebagai evaluasi atas pencapaian yang telah diraih TNI Angkatan Udara sampai dengan hari ini.

Lebih lanjut dalam sambutan tertulis Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI. Yuyu Sutisna, SE. MM mengatakan bagi para prajurit TNI Angkatan Udara, momen ini adalah saat yang tepat untuk menggali keteladanan pengabdian, semangat pantang menyerah dan dedikasi para pelopor serta senior yang telah meletakkan fondasi perjuangan TNI.

Dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia kata Yuyu Sutisna, Presiden Soekarno, pada peringatan ke-9 Hari AURI tahun 1955, menyatakan Kuasailah udara untuk melaksanakan kehendak nasional karena kekuatan nasional di udara adalah faktor yang menentukan dalam perang modern.

Pernyataan Presiden Soekarno tersebut menegaskan bahwa TNI Angkatan Udara memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka menegakkan kedaulatan negara. Untuk itu, peran penting TNI Angkatan Udara tersebut harus kita implementasikan dalam tugas dan pengabdian kita sehari-hari.

Pada kesempatan ini, saya selaku Kepala Staf Angkatan Udara menyampaikan berbagai kemajuan sampai saat ini, serta proyeksi prioritas pembangunan TNI Angkatan Udara pada masa mendatang.

Pertama, saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh personel TNI Angkatan Udara karena selama tahun 2018 dan triwulan pertama 2019, karena tidak ada peristiwa accident terjadi. Saya berharap kita dapat terus mengembangkan safety culture dan mempertahankan kondisi zero accident.

Kedua, TNI Angkatan Udara juga telah melaksanakan operasi bantuan sosial dalam rangka membantu korban bencana alam di Lombok dan Palu. Pesawat-pesawat angkut dan helikopter TNI Angkatan Udara total telah mengangkut 26.801 orang dan 2.860 ton logistik pada kedua operasi bantuan sosial tersebut.

Ketiga, pada pelaksanaan latihan Angkasa Yudha 2018, simulasi perang udara dilaksanakan dengan model dua belah pihak dikendalikan yang dilaksanakan dengan memanfaatkan Sistem Olah Yudha Seskoau. Hal inimerupakan milestone bagi TNI Angkatan Udara untuk melaksanakan simulasi dua pihak dikendalikan.

Keempat, TNI Angkatan Udara juga menciptakan program-program bantuan untuk kesejahteraan prajurit pada tahun 2018, yaitu program santunan kepada 104 keluarga prajurit yang gugur dalam tugas, berupa beasiswa untuk putra-putri sampai lulus kuliah. Kami juga mengadakan program pembangunan 1.000 rumah prajurit, TA 2018 dan tercapai 1.130 rumah.(RED MP/Oje/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.