29.9 C
Sorong
Beranda Nasional Menteri Agama RI : Terus Perkuat Toleransi Beragama di Papua Barat Daya

Menteri Agama RI : Terus Perkuat Toleransi Beragama di Papua Barat Daya

50
Menteri Agama RI : Terus Perkuat Toleransi Beragama di Papua Barat Daya
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya toleransi antarumat beragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Fondasi ini menjadi kuat jika kita mendekatkan diri kepada Tuhan.  

Demikian ditegaskan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar dalam sambutannya di hadapan tokoh agama dan masyarakat di Masjid Raya Al Akbar Kota Sorong setelah menyelesaikan jalan sehat kerukunan, Sabtu (13/12/2025).

Menteri Agama mengingatkan seluruh peserta jalan santai kerukunan bahwa ibadah merupakan tempat memupuk nilai-nilai spiritual dan moral. “Semakin dekat seseorang kepada Tuhan, semakin jauh ia dari tindakan kriminal dan perbuatan yang merugikan sesama,” ucapnya.

Menurut Menag, apabila setiap individu sungguh-sungguh menghidupi ajaran agamanya, maka ketertiban dan keamanan masyarakat pasti terjaga dengan baik.

“Nilai keagamaan tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama manusia serta seluruh ciptaan, termasuk alam dan lingkungan hidup,” jelas Menteri Agama

Prof. Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat beragama baik Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu untuk terus memperkuat toleransi dengan cara saling memahami dan menghormati perbedaan. 

"Nilai keagamaan tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama manusia serta seluruh ciptaan
“Nilai keagamaan tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama manusia serta seluruh ciptaan

“Toleransi bukan berarti menyamakan hal-hal yang berbeda, juga bukan membedakan hal-hal yang sama, melainkan membiarkan perbedaan itu hidup secara seimbang dan harmonis,” ucap Prof. Nasaruddin Umar.

Toleransi umat beragama adalah tentang saling menghormati dan menerima perbedaan keyakinan antarumat beragama. Ini penting untuk menciptakan harmoni dan kedamaian dalam masyarakat yang beragam.

Beberapa hal yang bisa kita ketahui tentang toleransi umat beragama di antaranya Menghormati perbedaan, Meningkatkan kerukunan, Membangun pemahaman dan Mengatasi prasangka serta Meningkatkan kersa sama. Menghormati perbedaan artinya menerima dan menghormati keyakinan orang lain, meskipun berbeda dengan kita. Meningkatkan kerukunan:

Toleransi dapat menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis antarumat beragama. Membangun pemahaman adalah dengan toleransi, kita dapat memahami dan menghargai nilai-nilai dan tradisi agama lain. Mengatasi prasangka. Toleransi membantu kita mengatasi prasangka dan stereotip tentang agama lain. Meningkatkan kerja sama:

Toleransi dapat memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi antarumat beragama dalam pelbagai bidang. Dengan memahami dan mempraktikkan toleransi umat beragama, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan damai.

Prof. Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat beragama baik Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu untuk terus memperkuat toleransi dengan cara saling memahami dan menghormati perbedaan. 

Menurutnya, semakin dalam pemahaman seseorang terhadap agamanya, maka semakin kuat pula sikap saling menghargai antarumat beragama. Kesadaran bahwa seluruh umat berasal dari satu sumber pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, menjadi landasan kuat untuk membangun persaudaraan sejati.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Papua Barat Daya yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Kepemimpinannya dinilai menjadi contoh nyata dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai di tengah keberagaman.

Menutup sambutannya, Menteri Agama mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan budaya damai dan menjadikan Kota Sorong sebagai simbol kerukunan umat beragama di Indonesia. 

“Semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” harap Menag. (Laurent Reresi)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini