23.9 C
Sorong
Beranda Galeri Paskah Etnis Tanimbar Paroki Sto Yoh Pem Warnai Tarian Badendang

Paskah Etnis Tanimbar Paroki Sto Yoh Pem Warnai Tarian Badendang

41
Paskah Etnis Tanimbar Paroki Santo Yohanes Pembaptis Sorong
Paskah Etnis Tanimbar Paroki Santo Yohanes Pembaptis Sorong
- Iklan Berita 1 -

SORONG,-PBD, Monitorpapua.com.- Paskah Etnis Tanimbar Paroki Sto Yohanes Pembaptis Klasaman Sorong Papua Barat Daya diwarnai Tarian Badendang usai ibadah sabda. Tarian badendang ini merupakan salah satu tarian dari budaya Tanimbar yang sering dilakukan etnis Tanimbar pada perayaan Paskah. Badendang adalah salah satu jenis tarian rakyat Tanimbar. Dari sekian banyak tarian khas Tanimbar, Badendang merupakan salah satu tarian yang popular, karena tariannya sederhana dan melibatkan banyak orang.

Sebelum badendang, kumpulan Etnis Tanimbar Paroki Sto. Yoh Pem mengadakan ibadah rutin bulanan. Kali ini bertepatan dengan perayaan Paskah 2026. Usai melaksanakan misa Kudus Paskah di Paroki, kumpulan etnis Tanimbar berkumpul dan merayakan Paskah bersama di rumah keluarga Yempormase-Inanosa.

“Paskah memperingati kebangkitan Yesus pada hari ketiga setelah wafat di kayu salib. Kebangkitan tersebut merupakan tanda kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus penggenapan janji keselamatan bagi umat manusia”.

Demikian disampaikan Pemimpin Ibadah Paulinus Bille dalam ibadah bulanan etnis Tanimbar Katolik Paroki Santo Yohanes Pembaptis di kediaman keluarga Johanes Inanosa/ Esti Yempormase di Km 17 Kota Sorong. Dalam renungan singkat, Paulinus Bille mengajak kumpul etnis Tanimbar Katolik Paroki Santo Yohanes Pembaptis untuk memahami sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.

“Jika dalam Perjanjian Lama darah anak domba menyelamatkan bangsa Israel dari maut, maka dalam iman Kristen di Perjanjian Baru, Yesus dipahami sebagai ‘Anak Domba Allah’  yang menebus dosa umat manusia,” ujar Bille.

Peristiwa penyaliban yang terjadi di Golgota menjadi puncak penderitaan. Namun, kematian bukanlah akhir. Pada hari ketiga, kubur didapati kosong dan Yesus bangkit. Kebangkitan inilah yang menjadi inti perayaan Paskah dan iman Katolik etnis Tanimbar.

Paskah merupakan puncak perayaan iman Kristiani yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian setelah wafat-Nya di kayu salib. Memahami makna Paskah bagi etnis Tanimbar Katolik  berarti menyelami inti ajaran iman yang menjadi fondasi seluruh kehidupan rohani kita sebagai Gereja. Paskah memancarkan pesan pengharapan, pengampunan, dan kasih Allah kepada umat manusia.

Badendang bersama etnis Tanimbar Paroki Yoh Pem
Badendang bersama etnis Tanimbar Paroki Yoh Pem

Oleh karena itu, Paskah dalam Perjanjian Baru tidak lagi hanya berbicara tentang pembebasan dari perbudakan fisik, melainkan pembebasan dari dosa dan maut. Perayaan Paskah menjadi tanda kemenangan dan harapan akan kehidupan kekal.

Jadi dari pembebasan bangsa Israel di Mesir hingga kebangkitan Yesus Kristus, semuanya berbicara tentang karya keselamatan Allah bagi umat manusia.

Ibadah etnis diwarnai lagu-lagu daerah rohani Tanimbar menguingatkan suku Tanimbar kepada kebangkitan Tuhan di hari Paskah. Maka setelah  Ibadah Etnis Tanimbar, dilanjutkan dengan ramah tamah dan badendang Tanimbar

Jenis Pantun rakyat Tanimbar

Ada beberapa jenis Pantun rakyat Tanimbar; Pantun Muda-Mudi, Persahabatan, Adat dan Agama. Berikut beberapa Pantun Muda Mudi:

Urang ko mpweang kukis delapan, kukis delapan model taputar
Urang ko mpweang tadu tafue, ka ler famudi ke te mtwaputar

Yakw kose feti ma twi somlaki, nempa ku sare wekat lauran
Yakw kose feti ma kwendrat urang, nempa ku sare ni dalam yatak

Yakw pweang resi ma kune lore, nempa lore namin let kese.
Sandre yakw ye tukan lolore, yakw klore tadu fen tene lese.

Kabal awear tanempar dalam, ni loloiyain na pnue latwdalam,
Urang ka kete mu soru dalang, koli yakw dalam farlan ko dalam

Kwetan katutun ka kwilitan weye, ka kwilitan weye ma keten lale.
Kweluk sisile kweluk bababal, ka kwlitan urang soun ngafele

Arwalu ko mal mutnar sir das ye, koli sir teri ma to kweban lere
Arwalu ko mal tutuknir da ye, koli sir teri ma to kweban urang

Yakw kwanim boti ma fwair uman, Fore balisya fian loloi
La yora krumwa kit nin kateman, koli far desar awai loloi

Ti kumdir ukur ma kfarmya bulan, fali la bulan idak beberi
Urang kom falak yakw tetak dulan, fali la urang ning bung beberi

Nde kes lebabe nusye srai selar, feniar rar maup lar yole mudin
Nde kes lebabe nuse ralampir, rafuri sir e rtuni bis impan

Mnaur timur pepar sifloy, man bitil daftar to kurwa oang
Amoi nares nomat a krae, ti ler famudi e ntar feti lengan

Di mufafai wawe manilu, ko mfukat safe ma mune yadin
Di mufafai yakw ye tok kyawang, yakw kwendrat ko e, myoding luryain

Syabmalae nyore dalam rerengi, yakw to kufai katuar ma rane
Yakw to kufai la uran dalam, feti lolone nor yakw nde tate

Wawe seran buan boboku, mankiar tir karat ma lar faniak
Yakw salan uran soun boboku, kwarat totokan ma la kfaniak

(L. Reresi)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini