Pastor Zepto Triffon Polii, PR: Orang Muda Katolik Wajib Mendalami Liturgi Gereja

0
186
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Ratusan Kaum muda Katolik atau lebih trend disapa Orang Muda Katolik (OMK) membenahi diri. Mereka memiliki sejumlah pertanyaan bahkan Seminar dengan tema OMK Mencintai Gereja, Mencintai Liturgi” mengundang banyak pertanyaan.

Pastor Zepto Triffon Polii, PR. tampil sebagai Narasumber tunggal memaparkan secara mendalam relasi Gereja dan Liturgi. Ada beberapa pertanyaan mendasar  membangkitkan semangat OMK agar mengenal jati dirinya yakni Mengapa OMK malas ke Gereja?

Muncul persoalan lain, terang Narasumber, kurangnya katekese keluarga, juga mengapa OMK tidak mengerti hakekat Perayaan Ekaristi. Bahkan barangkali keliru menghayati Ekaristi. Dan bagaimana membentuk mindset agar OMK dapat menjalani Lima tugas Gereja atau panca perutusan yakni Koinonia (membangun persekutuan), Kerygma (mewartakan kabar baik), Liturgia (beribadah bersama) Diakonia (pelayanan kasih dan Martyria (memberikan kesaksian) atau KKLDM. Tugas Gereja bukan saja Ibadah tetapi kelimanya harus dilaksanakan dalam kehidupan menggerej,” terang Pastor Zepto.

Pastor Zepto berharap OMK ‘zaman now’ harus beriman kepada Allah melalui Yesus Kristus, memiliki kemampuan apologetik dan berkontribusi dalam hal iman. Maka kata Narasumber, OMK pasti menjadi orangtua atau katekis bagi anak, OMK pasti menjadi Pengurus dan Pelayan gereja pada pelbagai tingkatan Lingkungan/kategorial, stasi, Paroki, TPW). OMK akan menjadi guru dan pendidik secara formal maupun nonformal. Maka OMK harus bekali diri, ikut kegiatan ibadah, rekoleksi, membaca buku tapi harus bijaksana.

Gereja wajib berikan pencerahan di aneka bidang. Membekali OMK dengan pengetahuan dasar tentang Gereja dengan contoh dan kebijaksanaan Kristiani, inilah spiritualitas yang benar.

Harapan Pastor Zepto, OMK harus menemukan jati diri. OMK adalah Generasi muda, pewaris dari Gereja, perlu banyak alami tawaran baru, banyak dinamika. OMK pasti menuju kedewasaan, kematangan biologis, psikologis dan religius yakni semakin dewasa menuju perjumpaan dengan Allah. Tidak bisa biarkan dimensi lain berdiri sendiri karena merupakan satu kesatuan. OMK harus beriman Katolik dan berpegang teguh pada kebenaran iman yakni Kitab Suci, Tradisi dan Magisterium Gereja

Bicara tentang Mencintai bukan sekedar perasaan atau retorika tetapi tindakan, aksi nyata, konkret. Artinya, Keluar tertuju terarah pada pribadi yang lain. Mencintai menuju pada pengorbanan yang menguduskan. Kalau OMK rapuh maka Gereja juga rapuh. Gereja menunjuk dua bagian yakni Fisik seperti bangunan dan Rohani (1 Kor 3:16).

Pastor Zepto juga menjelaskan tentang istilah Liturgi yang berasal dari bahasa Yunani, leitourgia, yang berarti kerja bahkti bersama. Kerja bahkti bersama ini mengandung makna peribadatan kepada Allah dan pelaksanaan kasih, dan pada umumnya istilah liturgi lebih banyak digunakan dalam tradisi Kristen, antara lain umat Katolik. Namun Liturgi dalam Gereja Katolik belum banyak diketahui Orang Muda Katolik. Akibatnya, muncul rasa bosan, malas, tidak bersemangat bahkan meninggalkan Gereja dan Tuhan. “Ada Gereja Partikular, di Indonesia ada 34 Keuskupan Agung dan Sufragan,” terang Zepto dengan menyebut nama-nama Keuskupan dengan Uskupnya. Selanjutnya Pastor Zepto menjelaskan warna-warna pakaian liturgi Gereja Katolik kepad peserta Seminar.

Keseriusan OMK mengikuti Seminar diselilingi tawa dan canda dari Ketua Komisi Kepemudaan KMS, Etus Nusatjasi. Kaka Etus panggilan akrab endapat kesempatan menghibur OMK dengan permainan selingan “goyang badan” lucu, menarik dan inspiratif membuat ratusan OMK yang mengikuti acara seminar tertawa terbahak-bahak.

Sesion tanya jawab diberikan panitia kepada OMK. Hampir semua peserta mengancungkan tangan untuk bertanya, namun karena waktu sangat terbatas sehingga Pastor Zepto hanya menjawab 20 pertanyaan.

“Walaupun masih ada banyak pertanyaan, masih ada kesempatan di lain waktu, “ajak Mikael Lumban Batu menutup Seminar, dengan memberikan cideramata kepada Pastor Zepto. (Ren/Siska Gurning/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.