Penyuluh Agama Katolik : Laurentius Reresi
SORONG, Monitorpapua.com.– Hari ini Yesus ingin meneguhkan iman kita melalui Sabda-Nya. Ia menggunakan perumpamaan untuk meyakinkan orang zaman sekarang mengerti dan memahami tentang visi dan misi Tuhan.
Mengapa harus menggunakan perumpamaan dalam pengajaran-Nya?” Mari kita renungkan bersama-sama misi Kristus. Sebuah pertanyaan yang menggelitik di hati kita dari salah seorang murid kepada Tuhan. (Mat. 13:10-17)
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
Apakah kita mengerti perkataan Yesus ini? Tuhan Yesus menjawab lagi, “Banyak orang melihat, tapi tidak melihat. Banyak orang mendengar, tapi tidak mendengar dan tidak mengerti.” Namun, tidak demikian dengan para murid-Nya. Mereka mengerti apa yang dilihat dan didengar dari Sang Guru.
Setelah mendengar jawaban itu para murid tidak bertanya lagi. Apakah kita masih bertanya lagi? Jika tidak, kita coba melihat lagi sosok murid-murid Yesus. Ternyata keduabelas murid Yesus itu adalah orang-orang yang istimewa bagi Tuhan. Mereka memiliki relasi yang sangat dekat dan sangat berarti.
Sabda Tuhan mendorong kita untuk selalu berbagi dan memberi ketika Ia bersabda dalam Injil hari ini: “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.” ( ayat 12 )
Jangan takut untuk berbagi dan memberi karena Tuhan pasti akan menggantikannya dengan berkat yang baru. Banyak orang memberi dengan bersungut-sungut, namun ada juga orang baik yang memberi dengan tulus iklas. Coba kita renungkan bersama, dalam hidup kita, ada pribadi-pribadi istimewa yang tentu sangat berarti bagi kita. Siapa kah mereka? Tentu mereka adalah orangtua, anak-anak, sahabat, istri, suami, bahkan kekasih kita yang tanpa pamrih membantu kita.
Kepada mereka, kita bebas mengungkapkan isi hati dan berterus terang tentang banyak hal bahkan rahasia sekalipun. Yesus pun dekat dengan para murid-Nya bahkan sangat mengistimewakan mereka. Kepada murid-murid-Nya Yesus selalu mengatakan segala sesuatu secara terus terang.
Sementara pada orang lain, Yesus menyatakan sesuatu dengan perumpamaan. Hal ini dilakukan Yesus agar para murid sungguh mengenal-Nya secara jelas dan mengerti misi dan visi-Nya, yaitu mewartakan Kerajaan Allah. Setiap kali Anda melihat sesama yang sudah dan menderita maka ingatlah bahwa itulah undangan Tuhan bagimu untuk berbuat baik.
Kebahagiaan dan sukacita memberi lebih bermakna daripada saat kita menerima sesuatu dari orang lain. Dan sesaat ketika kita rela memberi dan berbagi maka saat itulah Tuhan memandang bangga terhadapmu dari surga.

Apakah kita sungguh telah mengenal Yesus? Semoga kita bukan seperti yang diramalkan nabi Yesaya bagi orang yang bebal hati: “Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti; kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggapi.” Jika sekarang ini kita merasa belum sungguh mengenal Yesus marilah membuka hati terhadap sabda kudus keutamaan-Nya agar kita semakin mengenal-Nya. Jangan takut untuk berbagi dan memberi karena Tuhan pasti akan menggantikannya dengan berkat yang baru, Amin
Bacaan INJIL :Matius 13:10-17
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggapi. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (*)











