Pokjaluh Katolik Kota Sorong Siapkan Rencana Kerja

46

Monitorpapua.com, Sorong – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Katolik Kota Sorong, mengadakan pertemuan bersama para penyuluh Agama Katolik Non PNS Kota Sorong bertempat di Aula FKUB Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, Papua Barat. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kinerja Pokjaluh selama satu tahun, sejak terbentuk pada 1 September 2023 lalu sekaligus menyusun program kerja 2024.

Ketua Pokjaluh Laurentius Reresi menghimbau agar para penyuluh harus bisa bekerja dan bekerja sekaligus menjadi terang dan pembawa damai bagi orang lain.

Pasalnya, Penyuluh memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia untuk menggarami dan menerangi masyarakat.
Penyuluh agama Katolik menjadi penopang pembangunan agama bukan hanya bagian integral pembangunan nasional, melainkan juga bagian yang seharusnya melandasi dan menjiwai keseluruhan arah dan tujuan pembangunan nasional.

“Ada 10 sasaran kegiatan Pokjaluh Non PNS Kementerian Agama Kota Sorong yang dibahas sebagai tindaklajut kegiatan di tengah masyarakat yang rencananya akan dilaksanakan pada Agustus 2024.

Tentu untuk untuk meningkatkan hidup doa dan ekaristi dan menjadi Saksi Kristus serta terbuka kepada Allah Roh Kudus yang selalu membimbing pada jalan yang benar. Maka Meri Matande mengusulkan kegiatan temu misdinar antarparoki se TPW Kota Sorong,”terang Ketua Pokjaluh

Dalam pertemuan itu, Klemens Ell, Penyuluh Agama Katolik Non PNS memberikan pemahaman dan motivasi kepada teman-teman Penyuluh agar terus membina kelompok binaan sehingga mereka bisa menghadiri kegiatan Pokjaluh.

“Sebagai pengikut Kristus dalam membangun Gereja, Bangsa dan Negara, baik juga kita mengajak kelompok misdinar untuk mendalami Kitab Suci dalam kegiatan Sharing Kitab Suci mendalami makna Perayaan Ekaristi serta menunjukan budaya inkulturasi Papua, Menjalin semangat persaudaraan bersama dalam Komunitas Penyuluh serta menjadikan bahan permenungan dalam tugas dan pelayanan Penyuluh Agama Katolik Non PNS.

Ketua Pokjaluh Laurentius Reresi menghimbau kepada para Penyuluh Agama Katolik non PNS untuk meningkatkan professionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Untuk itu, Penyuluh Agama Katolik harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu melaksanakan tugas kepenyuluhan dengan baik. Penyuluh Agama Katolik hendaknya selalu adaptif terhadap berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi. Tantangan dalam merespon perubahan-¬perubahan dalam masyarakat.

Terkait program kelompok kerja Penyuluh 2024, Ketua Pokjaluh berharap agar Penyuluh Agama Katolik Non ASN terus meningkatkan kompetensinya dengan berbagai kegiatan bimbingan.

“Hasil evaluasi, Penyuluh Agama Katolik dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama Katolik perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

Pertama pemberian bantuan operasional di bidang Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Pokjaluh Bimas Katolik Kota Sorong pada Oktober 2023 sebagaimana uraian laporan telah mendapat perhatian yang positif dari 16 orang Penyuluh Agama Katolik Non PNS, di antaranya kegiatan dapat berjalan dengan baik pada tahap persiapan maupun pada tahap pelaksanaan.

“Kami juga berterimkasih atas pemberian bantuan operational dari Bimas Katolik tahun 2023 yang dilaksanakan oleh 16 orang Penyuluh Agama Katolik Non PNS dengan baik dan dapat dipertanggangung jawabkan. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2023 dengan tema “Bersama Bunda Maria, Kelompok Kerja Penyuluh Agama Katolik Menjadi Garam dan Terang Dunia”.

Kegiatan antara lain, Sharing Pengalaman Penyuluh Agama Katolik, Sharing Kitab Suci. Mendiskusikan Pengalaman Penyuluhan,” tutup Ketua Pokjaluh Kota Sorong. (Laurent R)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini