Puluhan Seniman Bertemu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Moyo Permai Kota Sorong

0
12
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim selama tiga hari berkunjung di Kota Sorong Papua Barat mendapat simpati rakyat di Kota dan Kabupaten Sorong, Rabu, (10/2).

Dalam kunjungam kerja, kehadiran Mentri Pendidikan disambut ratusan pencinta seni di Kelurahan Klamana Km 12 Kota Sorong, juga di tempat lain kunjungannya. Nadiem Makarim mendapat pengawalan bersama Billy Mambrasar, terlihat hangat berdiskusi bersama tentang strategi percepatan pembangunan Pendidikan dan Sumber Daya Manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Agenda kunjungan Menteri Pendidikan RI bersama rombongan di antaranya Peninjauan sekolah sebagai contoh proses digitalisasi Pendidikan di Provinsi Papua dan Papua Barat, peninjauan SLB dan diskusi dengan GTK SLB, Kunjungan ke SMK, diskusi perlindungan dan pemajuan kebudayaan di Sanggar Seni Nani Bili Kota Sorong dilanjutkan agenda lainnya.

Rombongan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim bersama Staf Khusus Billy Mambrasar, sore tadi pukul 15.30 Wit langsung bertatapan muka dengan 20 pemilik sanggar Kota Sorong yang berlindung di bawah payung Sanggar Seni Nani Bili Kota Sorong, Provinsi Papua Barat.

Bersama para Seniman Sanggar Nani Bili, di Kelurahan Klamana Moyo Permai, Km 12 Kota Sorong, Nadiem Makarim didampingi Wakil Gubernur Papua Barat juga Dirjend Kemendikbud, Menteri Nadiem Makarim menegaskan pihaknnya mengajak seluruh komponen baik Pusat, Provinsi maupun Daerah untuk memperhatikan usul saran dari 20 Ketua Sanggar Seni baik Seni Musik, Seni Tari maupun Seni Rupa.

Menjawab sejumlah pertanyaan Sanggar Seni Menteri mengapresiasi Dirjend Kemendikbud yang berupaya menjawab pertanyaan meningkatkan pengembangan potensi daerah. “Maka jenis program karya seni dari Papua Barat, bisa dikirim ke Dirjend kemendikbud Program kedua fasilitasi bidang kebudayaan termasuk dokumentasi karya maestro, karya kreatif inovatif,” terangnya.

Pendayagunaan ruang publik sebagaimana usulan Gedung Seni, pihak Dirjend mengusahakan banyak gedung belum dipakai Pemda agar bisa dimanfaatkan untuk ruang budaya sesuai amanat UU kebudayaan. “Dana desa bisa membantu oengembangan seni. Tiap-tiap desa ada alokasi dana untuk ruang kebudayaan. Permendagri nomor 20 tahun 2018 ada ruang untuk karya kreatif,” ucapnya lagi

Menteri Pendidikan RI, Nadiem Makarim mengajak semua komponen untuk mencari solusi demi kemajuan para seniman di Tanah Papua. Seniman terpukul karena pandemi covid 19 maka harus ada investasi SDM, Mereka belum memiliki tempat untuk panggung pentas. Ini yang menjadi catatan penting pengembangan seni di Tanah Papua
Bili Mambrasar juga mengatakan pihaknya penggemar seni Malamoi. “Saya kesal dan marah. Kenapa budaya Papua belum dikenal sampai mancanegara? Semoga ada solusinya sehingga Sanggar Seni bisa berkembang,” ucapnya mengakhiri. (Soter/Ren/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.