Rakyat Asli Papua Butuh Dihormati Martabatnya Bukan Pemekaran dan Perpanjangan Otsus

0
172
Pastor Izaak Bame, Pr.
- Iklan Berita 1 -

Monitorpapua.com – Penulis adalah seorang Pastor Asli Papua, Pastor Izaak Bame, Pr., Seorang Imam Pemerhati Rakyat kecil mengatakan Saya Pastor Izaak Bame, Pr, lewat media ini, saya mau sampaikan pesan kepada Presiden Republik Indonesia Ir.Joko Widodo atau Pa JOKOWI bersama para pembantunya (Para Menteri terkait) Kepala Kepolisian Republik Indonesia (KAPOLRI) Panglima Tentara Nasional Indonesia ( PANGAP TNI), Ketua MPR-DPR RI, Dewan Perwakilan Utusan Daerah RI (DPD RI) Gubernur Papua dan Papua Barat, MRP Papua dan Papua Barat Kalpoda Papua dan Papua Barat, Kodam Papua dan Barat.

Sejak bergulirnya reformasi Mei 1998 sampai hari ini 19 Maret 2021 hampir 23 tahun, “Presiden Republik Indonesia” sudah empat orang Presiden dengan masa kepemimpinan yang berbeda telah memberi catatan yang berbeda kepada Rakyat Indonesia secara umum dan Rakyat Asli Papua secara khusus.

Dari Presiden Abdul Rahman Wahid atau Gus Dur sampai dengan Presiden Ir.Joko Widodo, Rakyat Asli Papua rasa perbedaan yang amat besar seperti jaraknya BUMI dan LANGIT. Dalam kesempatan ini, pesan saya kepada para pemangku kepentingan mulai dari Pusat sampai Papua-Papua Barat, Sipil dan TNI-POLRI sebagai berikut:

Pertama, Presiden Ir.Joko Widodo mohon untuk membuka diri dengar pikiran dan maksud hati Rakyat Asli Papua lewat Pemerintah Daerah Papua (Gubernur Papua-Papua Barat, MRP dan DPRD ). Berhenti mengirim Tentara-Polisi ke Papua karena faktanya Kehadiran TNI-Polri dari luar Papua telah membangun kebencian rakyat asli Papua terhadap Pemerintah Pusat. Fakta lain bahwa dengan datangnya TNI-Polri dari luar Papua membuat pelanggaran HAM dari tahun ke tahun meningkat.

Kedua, Mohon kepada Presiden Ir. Joko Widodo agar segera mencabut izin Usaha Kelapa Sawit dan Perusahan Kayu yang merusak hutan dan mencaplok tanah rakyat asli Papua tanpa ada kompensasi yang jelas. Inilah akar kebencian rakyat asli Papua kepada Pemerintah Indonesia.

Ketiga, Mohon Presiden Ir.Joko Widodo supaya rendah hati untuk mendengar dan menanggapi masalah yang dialami Rakyat Asli Papua seperti yang dilakukan oleh Presiden Abdur Rahman Wahid pada tahun 2000-2001, bukan mengirim Tentara-Polisi karena faktanya TNI-Polri bertindak semaunya bukan menjaga rakyat maka masalah di Papua tidak akan selesai.

Keempat, Saya mohon kepada Presiden RI  Ir. Joko Widodo, supaya dengar juga pendapat dari Rakyat Asli Papua yang ada di luar Negeri karena mereka adalah bagian dari rakyat asli Papua, walau pun mereka mempunyai pendapat berbeda dengan harapan Pemerintah Indonesia tapi sebaiknya dengar sehingga kebijakkan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia tepat sasaran.

Presiden Republik Indonesia yang terhormat saya mohon berhenti dengan tema: Membangun Papua meningkatkan keaejahtetaan tema ini tidak relevan bagi rakyat asli Papua.

Masalah Pokok Papua adalah duduk bicara sejarah Pepera, Perampasan hak tanah dan lahan kerja (dari Ternate ibu kota Maluku utara-Ambon Maluku sampai Aceh tidak ada satu pun PNS-ASN orang asli Papua yang bekerja di daerah itu. Bila ada mohon beri kepada data kepada saya ) Ini masalah pokok yang perlu didialog bersama rakyat asli Papua.

Bila Presiden Ir.Joko Widodo masih punya hati silahkan lakukan hal-hal baik bagi rakyat asli Papua, karena Kirim TNI-Polri ke Papua tidak menyelesaikan soal. Salam. (***)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.