Urgen, Keamanan Deo Sorong Dalam Penerbangan

0
215
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – “Menjamin keselamatan penerbangan diperlukan program keamanan, dibentuk komite keamanan bandara agar tercipta keteraturan penerbangan sipil serta memberi perlindungan kepada penumpang dan petugas sesuai perlindungan hukum”.

Demikian kata Kepala Kantor UPBU Kelas I Bandara DEO Sorong Cece Tarya, ST., M.A, saat Rapat Komite Keamanan dan Penanggulangan Keadaan Darurat (Table Top) Bandar Udara DEO Sorong, dihadiri Danrem 181/PVT Brigjen TNI Wawan Erawan, S.E., M.M., bertempat di Rose Quartz Crystal Ballroom Lantai 5 Hotel Rylich Panorama, Jl. Sam Ratulangi, Kelurahan Klasuur, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, Prov. Papua Barat. Selasa (27/9).

Menurut Kabandara, kegiatan komite keamanan sangat penting di dunia penerbangan dalam penanganan keamanan bandara dan penanggulangan darurat bandar udara.

“Ancaman penerbangan semakin meningkat di antaranya melalui cyber dan keamanan cyber disiapkan untuk kegiatan G-20 di Denpasar, agar dapat berjalan lancar. Diperlukan peran dan aksinya para anggota Komite terhadap pelaksanaan kemananan bandara. Semoga dapat mempererat silaturahmi dan melaksanakan tugas sesuai SOP” ungkapnya.

Danrem 181/PVT Brigjen TNI Wawan Erawan S.E., M.M, di saat yang sama mengatakan diperlukan unsur-unsur keanggotaan Komite Keamanan Bandar Udara, terdiri dari TNI-Polri, Pemerintah, Karantina kesehatan, Badan usaha angkutan udara dan stake holder lainnya dalam rangka menjaga dan menjamin keamanan penerbangan.

“Kota Sorong sebagai pintu peradaban, tidak menutup kemungkinan akan terjadinya ancaman yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yakni teroris atau kelompok kriminal lainnya atau terjadinya Link Up antar kelompok Kriminal untuk menggangu keamanan wilayah Papua Barat dengan menimbulkan berbagai macam ancaman” ungkap Danrem 181/PVT.

Kaitannya dengan hal tersebut di atas Komandan Korem 181/PVT pada kesempatan ini menyampaikan saran dan masukan sebagai acuan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan bandara antara lain

Pertama, Keamanan dan kondusifitas bandara adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama, mari bersama-sama kita rapatkan barisan, untuk menghadapi segala bentuk ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi.

Kedua, Tiap-tiap instansi seyogyanya dapat memberikan saran tentang pelaksanaan kebijakan dan langkah-langkah penerbangan, yang diperlukan mengantisipasi ancaman terhadap kegiatan penerbangan serta fasilitas pendukungnya.

Ketiga, Mari kita laksanakan koordinasi dan kolaborasi antar instansi terkait dalam pelaksanaan Program Keamanan Penerbangan Nasional dengan tetap memperhatikan jenis dan tingkat ancaman.

Keempat, Berikan dukungan informasi sebanyak-banyaknya sehingga setiap stake holder dapat melaksanakan penilaian terhadap tingkat ancaman keamanan penerbangan.

Kelima, Tentukan prosedur pengamanan yang tepat, sehingga prosedur Keamanan bandar Udara dan Penangulangan keadaan darurat dapat menjawab segala ancaman yang ada serta dapat diimplementasikan oleh setiap instansi sesuai bidang tugasnya.

Keenam, Perkuat dan pertahankan langkah- langkah keamanan yang telah ada, kembangkan teknik dan teknologi baru, untuk menunjang tercapainya sistem keamanan yang baik.

Turut hadir Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Tody Imansyah, Kaposda BIN Kota Sorong Letkol Inf H. R. Morin, Danyonmarharlan XIV/Sorong Letkol Mar Oktofiansyah Rahman, Kasi Intel Kasrem 181/PVT Letkol Chb Poltak Albert Simbolon, Wadanramil 1802-01/Sorong Kota Kapten Inf Hadam, Kapolsek Bandara DEO Ipda I Ketut Piaga Putra, Kepala Otoritas IX Bandara Manokwari Sigit Pramono, Kepala KSOP Kelas 1 Sorong, Kepala Karantina Pertanian Kota Sorong, Kepala Karantina Perikanan Kota Sorong, Kepala Karantina Kesehatan Kota Sorong, Kadishub Kota Sorong, Kasatpol PP Kota Sorong. (J.Girsang/Ren)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.