25.2 C
Sorong
Beranda Internasional Umat Katolik Mulai Rayakan Yubileum 24 Desember

Umat Katolik Mulai Rayakan Yubileum 24 Desember

165
advertorial
- Iklan Berita 1 -
Paus Fransiskus pada Mei silam mengumumkan Yubileum akan berlangsung sepanjang tahun 2025 hingga 6 Januari 2026 dengan moto "Peziarah Harapan".
Paus Fransiskus pada Mei silam mengumumkan Yubileum akan berlangsung sepanjang tahun 2025 hingga 6 Januari 2026 dengan moto “Peziarah Harapan”.

VATIKAN, Monitorpapua.com .-Tahun Yubileum dirayakan umat Katolik mulai 24 Desember 2024.Tahun Yubileum  dimulai pada malam Natal atau Selasa (24/12) dan berakhir pada 6 Januari 2026. Bagaimana asal mula tradisi umat Katolik yang sudah berlangsung berabad-abad ini?

Istilah Yubileum diyakini berasal dari kata Ibrani yakni “yobel”. Yobel sendiri adalah alat musik tiup yang terbuat dari tanduk domba jantan. Orang Yahudi menggunakan yobel untuk menandai dimulainya perayaan ini.

Yubileum Yahudi memiliki tujuan spiritual dan material.

“Tahun yang ke-50 itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang. Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya,” demikian bunyi kitab Imamat Pasal 25 ayat 10.

María Jesús Fernández Cordero, profesor sejarah gereja di Fakultas Teologi Universitas Kepausan Comillas di Spanyol, mengibaratkan Yubileum sebagai “tahun sabat”.

“Pada tahun tersebut, semua properti dikembalikan karena penjualan dan pembelian tidak berlangsung selamanya, tetapi sampai Yubileum tiba,” ujarnya kepada BBC Mundo.

“Tanah dibiarkan tidak digarap, budak-budak Ibrani dibebaskan, dan utang diampuni.”

Paus sendiri sudah menegaskan bahwa makna dari perayaan Yahudi adalah menyantuni “orang miskin, yatim piatu, dan janda”.

“Utang dihapuskan dan tanah dikembalikan kepada pemiliknya, karena ide dasarnya adalah bahwa tanah milik Tuhan dan telah dipercayakan kepada manusia sebagai administrator,” paparnya pada 2015. (*/sumber bbc)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini