BIAK-PAPUA, Monitorpapua. com – Aktivitas perjudian togel (toto gelap) di Kota Biak Numfor kembali menjadi sorotan publik. Dua lapak yang diduga menjual togel beroperasi secara terang-terangan di kawasan perempatan pohon beringin Pasar Lama Biak, hanya berjarak sekitar 50 meter dari Markas Polres Biak Numfor. Keberadaan lapak ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.
Pantauan langsung awak media setiap hari menunjukkan aktivitas transaksi nomor togel berlangsung tanpa rasa khawatir sedikit pun. Para pelaku tampak beroperasi bebas, seolah kawasan tersebut berada di luar jangkauan hukum dan pengawasan aparat.

Hasil observasi lebih lanjut juga mengungkap bahwa aktivitas togel di Biak bukan sekadar permainan liar tanpa arah. Kegiatan ini terlihat berjalan terorganisir dengan enam pasaran aktif setiap hari, yakni Hosaki, Comboja, Sidney, Singapur, Brasil, dan Hongkong. Polanya terstruktur dan rutin, menyerupai bisnis resmi, meski pada kenyataannya merupakan praktik perjudian ilegal.
Dalam perbincangan masyarakat, kembali muncul satu nama yang disebut-sebut memiliki pengaruh besar dalam jaringan togel di Biak. Sosok berinisial W diduga memiliki peran penting dalam perputaran aktivitas ini. Dugaan tersebut memicu kecurigaan masyarakat mengenai adanya kekuatan tertentu yang membuat operasi togel tetap berjalan mulus, bahkan ketika lokasinya sangat dekat dengan markas polisi.

Kondisi ini membuat masyarakat Biak semakin geram. Mereka menilai bahwa keberadaan praktik kriminal di depan mata aparat tanpa adanya langkah tegas merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum di daerah tersebut. Publik menuntut tindakan nyata, bukan sekadar imbauan atau pernyataan normatif.
Apabila Polres Biak Numfor kembali tidak mengambil langkah tegas, maka sikap diam itu dikhawatirkan akan menambah kuat dugaan publik bahwa ada persoalan lebih besar yang terjadi di balik berlarut-larutnya penanganan kasus perjudian ini.(stevi)











