Pastor Izaak Bame: Guru Salah Apa Sehingga Dibunuh?

0
305
Pastor Izaak Bame, Pr
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Pastor Izaak Bame, Pr., meminta Pemerintah RI untuk memperhatikan tindakan oknum-oknum yang membunuh Guru di Kabupaten Puncak Papua. Pastor Izaak menyayangkan sikap tak terpuji membunuh Guru yang adalah Pendidik bangsa. “Guru salah apa sehingga dibunuh”?
(Baca berita: KKB Kelompok Sabinus Waker Membunuh Guru di Puncak Papua)

Penegasan Pastor Izaak Bame ini terkait terbunuhnya seorang Guru yang tak berdosa di Puncak Jaya Papua. “Setelah membaca berita pelbagai media sosial, terkait terbunuhnya dua orang guru di Distrik Beoga Kabupaten Puncak Propinsi Papua pada hari Kamis dan Jumat, 08 dan 09 April 2021 maka lewat kesempatan ini saya Pastor Izaak Bame, Pr, mewakili sekian banyak Pastor-Pendeta anak asli Papua mau menyampaikan pikiran saya kepada siapa saja yang merasa diri sebagai Manusia Papua untuk diperhatikan dan laksanakan dalam hidup dan perjuangan di atas Tanah Papua ini.

Pertama, Mohon kepada Pemerintah Daerah Kabupaten-Kota yang ada di Papua-Papua Barat supaya menjamin rasa aman dan nyaman kepada petugas di tempat masing-masing.

Kedua, Untuk seluruh Rakyat Asli Papua berhenti dengan cara yang tidak bertanggung jawab yaitu membunuh manusia dengan alasan apa pun atas nama siapa pun di atas Tanah Papua.

Ketiga, Untuk Rakyat Asli Papua yang sedang berseberangan pikiran dengan “Pemerintah NKRI” supaya berhenti dengan cara kekerasan karena “kekerasan pasti mendatangkan kekerasan”, tidak pernah kekerasan dapat hasil damai.

Keempat, Mohon kepada pimpinan TPN-OPM supaya berikan pendidikan yang baik dan benar kepada anggotanya untuk menjunjung dan menghormati hak hidup setiap manusia yang ada di atas Tanah Papua termasuk TNI-POLRI kecuali perang terjadi di antara kedua belah pihak.

Kelima, Mohon kepada TPN-OPM supaya mengedepan Perjuangan PAPUA lewat jalur diplomasi sehingga membangun simpati dari belbagai pihak jangan ciptakan situasi takut sesaat atau memancing situasi dengan TNI-POLRI karena yang akan menjadi korban adalah Masyarakat SIPIL seperti yang selama ini terjadi begitu juga TNI-POLRI mohon pastikan si pelaku baru ambil tindakan sesuai prosedur TNI-POLRI jangan asal bertindak berdasarkan emosional karena pengalaman membuktikan bahwa TNI-POLRI selama ini ambil tindakan yang kebanyakkan di luar prosedur Hukum.

Keenam, Kepada TPN-OPM mohon supaya jangan perjuangan PAPUA dibelokkan dari tujuan asli yaitu berjuang untuk mencapai kedaulatan sebagai sebuah NEGARA maka janganlah pakai”KEKERASAN” bahkan lebih bahaya lagi perjuangan tulus dan murni ini dibelokkan untuk Proyek Negara bagi kelompok elit sehingga akan muncul pemekaran, UU OTSUS diperpanjang bahkan penambahan petugas keamanan. Ketujuh: TPN-OPM supaya bersatu dengan ULMWP, KNPB jangan jalan sendiri tanpa arah perjuangan karena sudah dipastikan bahwa perjuangan yang tanpa persatuan dan kebersamaan tidak akan membawa hasil.

Demikian berapa hal yang saya sampaikan ini mohon supaya dijadikan sebagai sebuah permenungan bersama jangan menafsirkan tulisan saya ini dengan pikiran-pikiran aneh tapi sebaiknya ditempatkan sebagai satu sumbangan pikiran untuk kemajuan Perjuangan demi tanah dan Rakyat Asli Papua di hari esok. Salam. (*/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.