
SORONG, Monitorpapua.com.- Pastor Mathias Alex Endy Ohoilean, SVD mempersembahkan misa kudus pada pesta Keluarga Kudus Nazaret Yesus, Maria, dan Yusuf di Lembaga Pemasyarakatan Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu 28 Desember 2025.
Pesta Natal Keluarga Kudus ini dihadiri Kepala Seksi Bimas Katolik, Ledy Yuliet Ohoilulin, S.Pd., dan para penyuluh ASN serta warga binaan Katolik, umat paroki Santo Arnoldus Janssen dan umat Paroki Santo Yohanes Pembaptis dan sebagian warga jemaat binaan GKI.
Pastor Mathias Alex Endy Ohoilean, SVD mengajak warga binaan untuk merenungkan bagaimana kasih, kerendahan hati, dan iman yang teguh membentuk dasar dari hubungan antaranggota keluarga. Bahkan Pastor Alex bertanya siapa yang tidak memiliki keluarga? Keluarga Kudus Nazaret adalah keluarga kita semua. sebagai teladan utama bagi kehidupan keluarga Katolik

Dalam khotbahnya, Pastor Mathias Alex Endy Ohoilean, SVD mengajak warga binaan untuk meneladani nilai-nilai keluarga Kudus Nazaret, seperti komunikasi yang baik, membangun komunikasi yang efektif dan saling menghormati dalam Keluarga Katolik
Melakukan doa bersama sebagai bentuk kekuatan spiritual keluarga. Penerimaan akan kehendak Allah: Menerima kehendak Allah dalam kehidupan keluarga dan membangun kesetiaan pada-Nya. Kasih dan pengampunan: Menunjukkan kasih dan pengampunan antaranggota keluarga, seperti yang diteladankan oleh Keluarga Kudus Nazaret.
Mimpi Santo Yusuf adalah peristiwa penting dalam Kitab Suci yang menceritakan tentang beberapa mimpi yang dialami oleh Santo Yusuf, suami Maria dan ayah asuh Yesus. Mimpi-mimpi ini menjadi bagian dari narasi Injil Matius (Matius 1-2).

Pesta Keluarga Kudus juga menjadi kesempatan bagi keluarga Katolik untuk merefleksikan diri tentang pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis, berlandaskan kasih, kebijaksanaan, dan iman. Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, keluarga Katolik diajak untuk meneladani kesetiaan, pengorbanan, dan keharmonisan yang ditunjukkan oleh Keluarga Kudus Nazaret
Mimpi Pertama: Pesan untuk Tidak Takut
Dalam mimpi pertama, malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dan memberitahu bahwa Maria akan melahirkan seorang anak yang dinamakan Yesus. Malaikat tersebut juga memerintahkan Yusuf untuk tidak takut mengambil Maria sebagai istrinya, karena anak yang dikandungnya adalah dari Roh Kudus.
Mimpi Kedua: Peringatan untuk Melarikan Diri
Dalam mimpi kedua, malaikat Tuhan kembali menampakkan diri kepada Yusuf dan memberitahu tentang rencana Herodes untuk membunuh Yesus. Malaikat tersebut memerintahkan Yusuf untuk melarikan diri ke Mesir bersama Maria dan Yesus untuk menyelamatkan nyawa bayi Yesus.

Makna Mimpi Santo Yusuf
Mimpi-mimpi Santo Yusuf memiliki makna penting dalam kehidupan iman Kristiani, karena Penerimaan akan rencana Tuhan, Yusuf menerima rencana Tuhan dengan iman dan ketaatan, meskipun dia tidak sepenuhnya memahami.
Perlindungan dan penyelamatan: Tuhan melindungi dan menyelamatkan Yesus dari bahaya melalui Yusuf. Peran Yusuf sebagai pelindung: Yusuf berperan sebagai pelindung dan pengasuh Yesus, menunjukkan kasih dan tanggung jawabnya.
Mimpi-mimpi Santo Yusuf menjadi inspirasi bagi banyak orang Katolik untuk mempercayai rencana Tuhan dan mengikuti teladan iman Yusuf.
Usai perayaan Ekaristi, warga binaan menikmati hidangan kue-kue Natal, dan beberapa bingkisan Natal dari umat Paroki (Laurent Reresi)











