OPM Menurut Pastor Izaak, Pr VS Pakar Intelegen AM Hendropriyono

4
1966

SORONG, Monitorpapua.com – Isu organisasi papua merdeka (OPM) kembali mengemuka dengan adanya pernyataan pakar intelijen AM Hendropriyono. Eks Kepala BIN AM Hendropriyono meminta seluruh kepala daerah di Papua dan Papua Barat deklarasi setia NKRI. Hendro menegaskan NKRI harga mati yang tak bisa ditawar lagi seperti dilansir media Monitorkeadilan.com

Bagi Hendropriyono, Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah organisasi separatis teroris (ST) bukan kelompok kriminal bersenjata biasa (KKB).

“Kita jangan hanya terfokus tangani tikus hutan saja. Itu harus dijawab dengan perlawanan rakyat semesta di Papua dan Papua Barat terhadap tikus-tikus hutan. Sedangkan pemerintah tidak usah fokus cuma mengejar tikus hutan. Urusan meringkus dan membasmi tikus hutan ditangani oleh pasukan komando. Menhan Prabowo punya tim komando berpengalaman. Kita serahkan saja ke beliau,” kata Hendropriyono.

Panglima TNI, kata Hendropriyono, tidak perlu mengatasi tikus hutan tersebut. Masih menurut Hendropriyono, kegiatan seremonial tak perlu dilakukan.

“Kejar tikus hutan perlu pengalaman tempur di darat, di hutan belukar, dan itu Prabowo yang piawai dan berpengalaman. Panglima TNI ikut perintah Menko Polhukam dan Menhan saja, nggak usah wara wiri pergi ke Papua,” kata Hendropriyono.

Pernyataan Eks Kepala BIN AM Hendropriyono mendapat tanggapan dari Pastor Izaak Bame, PR, Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manokwari Sorong yang diterima Redaksi Monitorpapua.com Senin 30 Desember 2019

Menurut Pastor Izaak, Pertama Pernyataan Eks Kepala BIN AM Hendropriyono bahwa Bangsa Indonesia atas nama Pakar Intelegen mengakui bahwa “Organisasi Papua Merdeka” atau OPM bukanlah organisasi yang dianggap remeh oleh Bangsa Indonesia yang katanya bangsa yang besar.

Kedua,Pakar Intelegen mengakui bahwa Bangsa Indonesia sedang berada dalam bahaya terjadi pemisahan negara atau terpecah dengan perjuangan OPM yang terus mendunia.

Maka tegas Pastor Izaak Bame, pernyataan Pakar Intelegen itu tidak mampu menunjukkan etika berbicara terhadap orang lain terkesan diliputi emosional dan kekuatiran yang besar sehingga mengeluarkan pendapat yang kurang manusiawi dengan pernyataan “kita jangan hanya terfokus tangani tikus-tikus hutan saja. Itu harus dijawab dengan perlawanan rakyat semesta di Papua dan Papua Barat terhadap tikus-tikus hutan”. “Beginikah seorang pejabat disebut pakar Intelegen berbicara untuk menangani satu masalah?,” celetuk Pastor Izaak.

“Saya mau sampaikan kepada Pakar Intelegen dan Eks Kepala BIN AM Hendropriyono perjuanganmu menjadi sia-sia karena tidak tahu persoalan secara manusiawi dan bermartabat. Pikirmu hanya orang Indonesia mulai dari Aceh sampai Maluku saja yang Manusia dan Orang Papua boleh dibunuh saja karena tikus. Saya jadi malu karena saya punya pemimpin bangsa yang tidak bermutu dalam menangani masalah yang terjadi di Bangsa Indonesia. Saya anjurkan kalau bisa Pakar Intelegen dan Eks Kepala BIN jangan berbicara lewat media yang banyak orang ikuti sehingga mengukur kemampuanmu,” tegas Pastor Izaak Bame.

Selanjutnya Pastor Izaak menegaskan kepada “Pakar Intelegen dan Eks Kepala BIN” jangan pernah berpikir bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) takut terhadap senjata yang dipakai TNI-POLRI karena senjata sebagai kekuatan bangsa Indonesia maka simpati dunia terhadap perjuangan Papua Merdeka sangatlah besar. “Ingat Indonesia bukanlah sebuah pulau tetapi sebuah Negara maka apa yang Bangsa Indonesia lakukan paling kurang bangsa lain mengikuti, memantau bahkan lewat media massa yang ada mereka membacanya,”terang Izaak.

“Apalagi, kata Pastor Izaak, Bangsa Indonesia dengan cara-cara yang kurang bertanggung jawab terhadap warga negaranya sendiri walaupun orang Papua terus menolak sebagai warga negara Indonesia. Maka saya meminta kepada Pakar Intelegen Eks Kepala BIN, bisa menjelaskan kepada publik dan kepada rakyat Papua apa yang menjadi latarbelakang pikiran sehingga keluarkan pernyataan-kata “Tikus-Tikus Hutan”. Demikian surat tanggapan dari Pastor Izaak Bame, Pr terhadap Pakar Intelegen Eks Kepala BIN AM Hendropriyono. (RED-MP/IWO)

4 KOMENTAR

  1. SEMUA WNI BOLEH BERPENDAPAT TETAPI AGAR TIDAK MEMBENCI SATU SAMA LAINNYA HATI-HATI JANGAN KITA TERMAKAN ISSU POLITIK DALAM NEGERI DAN POLITIK INTERNASIONAL YANG KITA HARAPKAN ADALAH KERJA EKSTRA KERAS INTEJEN KITA DALAM NEGERI GUNA MENGANTISIPASI INTERVENSI NEGARA LUAR TERHADAP INDONESIA SELAKU NEGARA MERDEKA DAN BERDAULAT. DAN KITA TERUS MENGGALAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL MENUJU NEGARA MAJU OLEH KABINED JILID 2 DIBAWAH KEPEMIMPINAN BAPAK PRESIDEN HAJI IR.JOKO WIDODO DIDAMPINGI KIYAI H. MAROEF AMIN. DENGAN SEMANGAT BHINEKA TUNGGAL IKA “NKRI UTUH AMAN DAN DAMAI”.

  2. Seorang Pakar Inteljen Indonesia AM Hendroptiyono bisa samakan manusia papua dengan Tikus?? Apakah ini bukan Rasisme???
    Pernyataan Pakar Bin itu sangat Rasisme terhadap orang Papua.

  3. Biarkanlah binatang dia hidup dqlan cari makan sendiri, binatang tidak pernah cari makan di kandang manusia.
    Gak perlu urus binatang.
    Manusia sekolah tinggi sampai doktor, profesor juga pikiran nya gaya binatang itu namanya indonesia.

  4. Hehehe…pa Hendropriyono??? sudah pensiun jadi istirahat sudah kalo tidak mau bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Indonesia.

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.