Rakyat Papua Heran, Otsus Dipaksakan Pemerintah Pusat (Surat terbuka kepada Presiden RI)

0
62
Pastor Izaak Bame, Pr.
- Iklan Berita 1 -

Rakyat Papua Heran, Otsus Dipaksakan Pemerintah Pusat (Surat terbuka kepada Presiden RI)

Penulis: Pastor Izaak Bame

Yang terhormat Presidenku Ir.Joko Widodo di Jakarta. Saya Pastor Izaak Bame, Pr, salah satu dari sekian banyak “Rakyat Asli Papua” yang terdidik merasa heran kepada Bapak Presiden dalam memimpin “Bangsa Indonesia” ini dengan cara yang “OTORITER” pada era “DEMOKRASI” ini.

Satu hal yang saya jadi heran adalah “selaku Presiden tidak membuka “telinga dan mata” untuk mendengar dan melihat “pikiran Rakyat Asli Papua” tapi terus sebarkan slogan ke mana-mana bahwa “OTSUS ” itu hal yang baik bagi Rakyat Asli Papua.

Hal iti dapat terbaca dari berapa pernyataan yang mengatasnamakan Rakyat Asli Papua. Salahnya adalah “atas nama saudara Pilatus Lagowan Ketua Komisariat Daerah ( KOMDA ) PMKRI Papua Barat.

Saya sebagai Pastor dan senior PMKRI sudah melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan dan yang bersangkutan mengatakan bahwa ia tidak pernah membuat pernyataan apa pun apa lagi terkait “OTSUS” yang bagi Rakyat Asli Papua sudah mati dan kubur.

Jadi lewat kesempatan ini, saya mohon kepada Presidenku Ir.Joko Widodo, mohon berhentilah dengan “OTORITERMU”. Saya salah satu dari Rakyat Asli Papua mau sampaikan bahwa pemimpin Otoriter itu tidak pernah berhasil memimpin dan membangun “Bangsa”. Tidak perlu cari pengalaman jauh-jauh tapi mari belajar dari Presiden Soeharto saja yang pimpin Bangsa ini dengan otoriter dan akhirnya turun dari jabatan pun penuh sakit hati.

Untuk itu, sekali lagi Presidenku Ir.Joko Widodo biar pakai slogan macam apa pun untuk mau rayu Rakyat Asli Papua sudah tidak mampu membendung ketidaksukaan rakyat asli Papua terhadap PEMERINTAH INDONESIA.

Saya jadi heran bahwa Presiden selaku pimpinan tertinggi “Bangsa” tidak bisa baca situasi yang terjadi di Papua.

Saya juga mohon kepada Presidenku Ir.Joko Widodo, supaya jangan terlalu cepat percaya para Menterimu karena mereka ke Papua dan Papua Barat bukan bertemu Rakyat Asli Papua yang non ” ASN” atau yang disiapkan oleh TNI-POLRI untuk mengatakan bahwa “NKRI” harga mati, sesungguhnya mereka itu PEMBOHONG besar Presiden.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Salam memasuki Tri hari Suci bagi UMAT KRISTIANI. (*)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.