Wacana Pemkab Tambrauw MoU dengan Kapal Elit, Ini Komentar Warga

0
87
Ilustrasi Kapal, Insert Photo : Istimewa
- Iklan Berita 1 -

TAMBRAUW, Monitorpapua.com – Beredar wacana soal Pemerintah Kabupaten Tambrauw akan melakukan MoU dengan salah satu kapal “elit” rute Sorong-Tambrauw dan sebaliknya yang yang direncanakan akan menelan biaya setiap tahun 11 Miliar mendapat komentar pedas dari masyarakat Kabupaten Tambrauw.

Dari data yang dihimpun media ini kapal yang direncanakan akan bekerja sama dengan Pemda Tambrauw merupakan kapal dengan model berkelas dan elit yang hanya menampung penumpang tanpa memperhatikan barang dagang masyarakat.

Vincent Tenihut, warga Kampung Uiguem, Distrik Sausapor merasa prihatin dan kesal dengan kebijakan  Pemerintah Kabupaten Tambrauw.

Betapa tidak, baginya jika pemerintah hanya melakukan MoU dengan kapal elit yang berkapasitas khusus mengangkut penumpang tanpa memperhatikan barang dagang masyarakat maka secara tidak langsung pemerintah sudah tidak menepati salah satu visi dan misi yakni menjadikan masyarakat Tambrauw sejahtera.

“Kapal yang direncanakan ini menurut saya tidak pas dan cocok karena tujuanya untuk apa, jika pemerintah mengedepankan kesejahteraan rakyat seharusnya pemerintah mendatangkan kapal yang bisa menjawab seluruh kebutuhan masyarakat bukan kebutuhan sepihak,” akunya kepada media ini di kediamannya di Sausapor.

Selain itu, Yohana Wanma pedagang pisang mengaku jika pemerintah hanya mendatangkan kapal yang tidak mengakomodir seluruh kebutuhan masyarakat maka masyarakat akan merasa kesulitan memasarkan hasil panen ke Kota Sorong. Akibatnya beban kebutuhan keluarga khususnya uang untuk perkuliahan anak akan sulit dipenuhi.

“Bayangkan kita dari Distrik Kwoor muat pisang di truk biayanya Rp. 300.000, lalu uang kapal Rp. 350.000.- Ini mahal sekali jadi kita pulang uang habis diongkos kapal saja,” sebutnya di kediamannya di Sausapor.

Menurutnya kapal yang direncanakan akan MoU dengan pemerintah dengan kapasitas elit, kecil dan terbatas sangatlah tidak cocok karena nantinya tidak akan mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Alangkah baiknya, lanjut Yohana Wanma pemerintah menghadirkan kapal yang benar-benar menjawab kebutuhan pegawai dan masyarakat bukan memenuhi kebutuhan sepihak saja. Jika demikian, simpulnya pemerintah telah melanggar nilai moral yang sudah tertuang dalam visi dan misi pemerintah yakni menjadikan masyarakat Tambrauw yang sejahtera dan mandiri. (Gery/Soter/ IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.