SORONG, Monitorpapua.com.- Penyuluh Agama Kristen, Kezia Vera Kristiana Arianti, STh., salah satu Penyuluh ASN dari Kantor Kementerian Agama Kota Sorong mengadakan kegiatan penyuluhan di wilayah suku Kokoda. Sebelum memasuki wilayah ini, Keza panggilan akbrabnya memetahkan wilayah binaan dan mempelajari sosio-kultural suku asli Kokoda Papua yang berada di wilayah Sorong Raya Papua Barat Daya, khususnya salah satu kelurahan yakni kelurahan Klasabi Distrik Sorong Manoi.
Mereka merupakan bagian dari suku besar Imekko (Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda). Suku Kokoda dikenal dengan budaya dan tradisi yang masih terjaga, termasuk bahasa Yamueti. Suku Kokoda tersebar di beberapa wilayah di Papua Barat Daya, termasuk Kota Sorong, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Sedangkan masyarakat asli Kokoda lainnya mendiami Distrik Kokoda, Inanwatan, Matemani, dan Kais (IMEKO) di kabupaten Sorong Selatan.
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat Kokoda, kelurahan Klasabi Distrik Sorong Manoi, menjadi sasaran utama, tertuju pada kalangan anak-anak usia antara 3 sampai 16 tahun. Adapun bentuk pembinaan berupa penyampaian motivasi, berbagi kasih, penyampaian materi lainnya terkait nilai-nilai Kristiani, tokoh-tokoh Alkitab dengan kisahnya. Selain sesi rohani, kegiatan juga diisi dengan permainan edukatif dan pembacaan Alkitab.
Setelah mempelajari sosio-kultural, Kezia Vera Kristiana Arianti, STh., melaksakan penyuluhan agama Kristen untuk anak-anak usia dini (PAUD). Penyuluhan ini menggunakan penerapan metode dan teknik penyuluhan agama Kristen kepada anak-anak di PAUD Beringin Permai Perumnas Pagar Batu bertujuan menanamkan nilai-nilai spiritual yang relevan dengan ajaran Kristen,
khususnya mengenai pentingnya kasih kita kepada Tuhan dan Kasih Tuhan kepada kita senantiasa sebagaimana tertulis dalam Yohanes 3:16, yang isinya menceritakan tentang Kasih Allah.

“Anak-anak diajak bisa menunjukkan kasih Allah kepada orang lain dengan menjadi baik dan ramah kepada semua orang, membantu sesame anak atau orang lain yang sangat membutuhkan bantuan. Juga anak-anak bisa saling memaafkan orang yang telah menyakiti mereka dan berbagi apa yang mereka miliki dengan orang lain. “Mari, kita tunjukkan kasih kepada orang lain, seperti Yesus telah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, 1 Yohanes 4:9-10, dan Roma 5:8,” ucapnya.
Kezia, Penyuluh Agama Kristen ini, berharap melalui pembinaan ini anak-anak usia dini hingga remaja dapat merasakan Kasih Allah yang begitu besar bagi hidup mereka. Selain itu, mereka juga memiliki pola hidup yang baik, rajin berdoa, rajin ke gereja, bebas dari kenakalan remaja. (Ren)











