Bimas Katolik Kota Sorong Bermisi di Tengah Gelombang 

87

SORONG, Monitorpapua.com – Gelombang laut dan tiupan angin di pantai Kota Sorong sangat mencemaskan penumpang perahu motor tujuan beberapa pulau. Tak ketinggalan para pegawai Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Sorong turut menumpangi perahu tersebu ingin bermisi ke pulau Doom.

Dengan keberanian, perahu melaju menyeberangi laut, kadang terdengar suara ibu-ibu karena olengan perahu karena ganasnya amukan gelombang di siang hari. Kadang dasyatnya air laut memasuki ke buritan perahu, dengan tenang mesinis mengantar para penumpang menuju ke kota Doom.

Pulau Doom atau Pulau Dum adalah Sebuah Pulau kecil di Provinsi Papua Barat Barat, Indonesia. Letaknya berhadapan langsung dengan Kota Sorong memiliki daya tarik wisata rohani maupun ziarah umat Katolik Indonesia dan umat Katolik Keuskupan Manokwari Sorong (KMS).

Kepala Seksi Bimas Katolik, Samuel Helyanan, S.Fils., yang membawa rombogan pegawai Bimas Katolik mengajak seluruh pegawainya agar terus membawa kasih Tuhan kepada semua orang.

Di Kota Doom, semua menikmati indahnya pemandangan Kota dengan berjejel-jejel perahu motor dan alunan kendaran becak telah menunggu para penumpang.

“Bermisi ke Pulau Doom sekaligus mengunjungi keluarga kemenag yang sakit.
“Tugas utama kita, seperti perutusan dua belas murid yakni  mewartakan Kerajaan Allah. Tuhan melengkapi kita dengan kemampuan untuk bertemu dengan sesama yang sakit,” ucap Kepala Seksi mengutip pesan Tuhan Yesus dalam injil Luk. 9:1-6.

Setibanya di Pulau Doom, para pegawai melanjutkan perjalanan ke atas gunung tempat keluarga yang sakit.

“Di balik itu Tuhan ingin mengajarkan kepada kita bahwa dalam melaksanakan tugas perutusan, kita harus percaya pada penyelenggaraan Tuhan melalui kebaikan banyak orang,” ajak Kepala Seksi.

“Bagaimana tugas perutusan ini kita maknai untuk hidup kita di zaman ini? Apakah penyuluh Katolik dan kita semua orang Katolik bisa melanjutkan tugas perutusan Tuhan?,” tanya Kepala Seksi saat berdialog dengan Keluarga yang sakit.
Setiap dari kita, memiliki tanggung jawab untuk mewartakan kerajaan Allah. Rasul Paulus mengatakan, “Kerajaan Allah itu bukan soal makan dan minum, tetapi tentang kebenaran, damai sejahtera dalam terang Roh Kudus” ( Rom 14:17).

“Setiap dari kita wajib menghadirkan damai-sejahtera itu dimanapun dan kapanpun. Setelah berdialog, Kepala Seksi meminta Penyuluh memimpin doa.
Selanjutnya, rombongan Bimas Katolik melakukan kunjungan kerja ke Kampung Kei membawa misi bagi yang sakit untuk menghayati hidup.

“Marilah kita awali hari demi hari dengan mendekatkan diri kepada Tuhan agar kita selalu diberi kekuatan menjalani tugas perutusan,” ajak Kepala Seksi Bimas Katolik. (Ren)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini