SORONG-PBD, Monitorpapua,com.- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan pelatihan bagi 200 guru sains dan guru agama Jenjang SMA/SMK se-Papua Barat Daya, menghadirkan 4 dosen sebagai narasumber dari Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, yakni DR, Febrian Andi Hidayat, M.Pd., DR. Ambo Tang , M.Pd., Laurentius Reresi, S.S., M.M., dan Edmon Mnaohonin, MA., M.Th. Dihadiri Pejabat Esselon III dan IV Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan ini resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Adolof Kambuaya, SH.,MSi., yang diwakili Plh. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Djhon Agustinus Ayorbaba, S.Pd.,M.M., bertempat di Aimas Hotel. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari mulai Kamis, 9 April hingga Sabtu 11 April 2026.

Pelaksana Harian Kadis Pendidikan dan Kebudayaan PBD, dalam sambutannya menekankan pelatihan ini merupakan langkah strategis di tengah era globalisasi dan revolusi industri yang ditandai pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, muncul tantangan serius berupa krisis moral dan spiritual yang semakin mengkhawatirkan masa depan anak bangsa.
Kondisi ini menuntut adanya model pendidikan yang mampu mengintegrasikan sains dan agama secara seimbang agar menghasilkan kualitas pendidikan yang tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga berkarakter mulia serta memiliki landasan keimanan yang kuat.

“Dengan bekerja keras mendidik anak bangsa di Tanah Papua ini, maka Bapak Ibu Guru sudah masuk surga karena tujuannya bukan hanya untuk mempersiapkan siswa-siswi menghadapi masa depan, tetapi juga untuk membangun fondasi ekosistem sains dan agama yang kuat dalam dunia pendidikan saat ini dan yang akan datang,” ucap Plh Kadis Pendidikan dengan doa dan disambut meriah ratusan guru.
Ditambahkan lagi, pelatihan ini bukan sekadar persiapan menghadapi ujian sains dan agama melainkan fondasi membangun ekosistem sains dan agama serta menumbuhkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan integritas ilmiah sejak dini.

Mengakhiri sambutanya, Jhon Agustinus Ayorbaba berpesan para pendidik perlu menerapkan konsep pendidikan integratif yang menyatukan ilmu agama dan sains modern di zaman iptek ini. Inovasi pendidikan dirancang untuk merespons tantangan zaman.
Sebelumnya, Ketua Panitia, Pujianto melaporkan seluruh rangkaian kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi Guru Bidang Studi Sains dan Pendidikan Agama maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya menyelenggarakan kegiatan pelatihan guru bidang studi sains dan guru pendidikan agama.
“Pelatihan ini dirancang sedemikian rupa sehingga para guru mampu memahami dan mengimplementasikan konsep-konsep ilmu pengetahuan alam dengan pijakan moral dan spiritual yang kokoh,” ucap Ketua Panitia.
Para peserta pelatihan adalah guru-guru terpilih dari berbagai kabupaten dan kota Sorong di Provinsi Papua Barat Daya, dipandu Master of Ceremoni Rina Handayani

Harapan para Narasumber dari UNIMUDA saat tanya jawab pada hari pertama, bekal yang diperoleh dari pelatihan ini dapat membekali para guru untuk menjadi pembina yang andal. Selain membimbing siswa meraih prestasi, mereka juga diharapkan menjadi penggerak utama budaya riset dan inovasi di sekolah masing-masing dalam bidang sains dan agama.
Disdik PBD menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembinaan berkelanjutan, salah satunya dengan memperkuat peran guru dalam pengembangan sains dan agama di tingkat SMA/SMK Papua Barat Daya. (Laurent R)











Maaf terdapat kesalah dalam penulisan nama Pak Edmon, yang benar adalah Pak Edmon Mnaohonin. Mohon diperbaiki, terima kasih