P. Izaak Bame: Orang Asli Papua Tidak Butuh Pembinaan TNI-POLRI

0
1181
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Orang Asli Papua tidak butuh lagi Pembinan TNI-Polri. Benarkah? Sebuah surat terbuka Pastor Izaak Bame, Pr., Pastor Katolik asli Papua menyatakan sikap dan melayangkan surat kepada institusi Polri. Demikian isi surat terbuka yang dikirim ke Redaksi.

Kepada Yth. Brigjend Ahmad Ramadhan, Devisi Humas Polri di Jakarta. Dengan hormat. Perkenalkan saya Pastor Izaak Bame, salah satu Pastor Gereja Katolik sekaligus asli Papua bekerja sebagai Pastor pada Gereja Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong Papua Barat. Saya beri judul pada surat ini “Orang Asli Papua tidak butuh lagi pembinan dari TNI-POLRI sebagai tanggapan atas pernyataan Brigjend Ahmad Ramadhan bahwa “Operasi Damai Cartens Orang Asli Papua Jadi Target Pembinan” sebagaimana dilansir salah satu media nasional, 12 Januari 2022.

Mengapa judul ini saya munculkan? Pertama: TNI-POLRI sebelum melakukan pembinaan bagi Orang Asli Papua sebaiknya lakukan dulu dalam internal tubuh TNI-POLRI yang menurut pengamatan saya sangat rendah pengetahuan. Bagaimana bisa penegak “hukum” dengan pendidikan enam bulan bisa membina orang asli Papua?
Maka saran saya bina dulu anggota TNI-Polri, berikan pengetahuan yang memadai barulah bina Orang Asli Papua.

“Saya bisa membina orang lain karena saya sendiri punya pengetahuan yang memadai untuk membina orang lain, bukan asal jadi seperti anggota TNI-POLRI kita,” kata P. Izaak Bame.

Lebih lanjut kata Pastor Katolik asli Papua itu, Jangan bungkus diri dengan pakaian dan senjata seakan TNI-POLRI sudah hebat.

Kedua, Orang Asli Papua “sudah tidak suka” dengan perilaku TNI-POLRI walaupun pihak TNI-POLRI berusaha untuk berdamai dengan Orang Asli Papua pasti tidak diterima, Orang Asli Papua sudah tahu TNI-POLRI pasti paksa supaya Orang Asli Papua berdamai dengan TNI-POLRI dan Pemerintah Indonesia namun sesungguhnya tidak karena Orang Asli Papua tahu bahwa TNI-POLRI yang telah menyebabkan Orang Asli Papua Mati-Miskin di atas tanah leluhurku.

Ketiga, TNI-POLRI mohon belajar ulang Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia menuju Kemerdekaan supaya TNI-POLRI tahu dengan baik posisi Indonesia dan Papua dalam perbedaan Politik yang terjadi sampai hari ini.

TNI-POLRI menghendaki Papua ini Damai maka syaratnya TNI-POLRI masuk barak tiap hari menuju sawah-ladang bersama Rakyat baik Papua maupun Indonesia umumnya. “Papua dari moyang kami belum mengenal peradaban sampai mengenal peradaban sebelum Indonesia masuk kami hidup damai. Saya waktu kecil hidup damai bersama orang tua saya, namun damai itu hilang ketika TNI-POLRI injakkan kaki di Papua 1962-1963 sampai saat ini 14 Januari 2022, Damai hilang dari tengah kehidupan orang asli Papua,” tulis Izaak Bame.

Keempat, TNI-POLRI sibukan diri dengan hal-hal yang bukan mendasar bagi Orang Asli Papua. Orang Asli Papua tidak membutuhkan TNI-POLRI yang banyak datang di Tanah ini tapi orang asli Papua butuh pengakuan status sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, dengan demikian maka damai akan terwujud seperti Indonesia dengan Belanda dan Indonesia dengan Timor Leste.

TNI-Polri ingat semakin banyak hadir TNI-Polri di Tanah Papua, itu bukan jaminan damai tapi Damai akan ada bila TNI-Polri tahu bahwa bangsa Papua butuhkan pengakuan dan penghormatan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Kalau tidak biar TNI-Polri ganti istilah apa saja untuk Papua tidak akan membawa hasil tapi membawa korban terus baik Orang Asli Papua maupun TNI-Polri.

Kelima, Pak Brigjend Ahmad Ramadhan yang saya hormati sebelum bina saya orang Papua, binalah dirimu, saudara dan saya adalah manusia, tidak lebih hebat dari saya karena saudara dan saya dibekali oleh Pencipta dengan akal budi untuk hidup. “Saya mohon supaya jangan anggap lebih hebat dan lebih manusia dari saya. Karena sikapmu yang merendahkan saya maka saat yang sama damai tetap jauh,” tulis anak asli Papua. Salam hormat Izaak Bame. (**)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.