
MAYBRAT-PBD, Monitorpapua.com.- Gereja Katolik kecewa terhadap oknum aparat TNI yang tak bermoral, disinyalir menembak tiga umat Katolik di Kampung Ainot Aifat Timur Maybrat, Kamis 13 Agustus 2026. Dugaan telah terjadi penembakan tiga warga sipil yakni Atnike Fatie berumur 40 tahun, Selviana Sory berumur 50 tahun, dan Silvester Assem berumur 18 tahun di Pinggiran Sungai Kamundan Kampung Ainot.
Kekecewaan Gereja Katolik ini disampaikan Pastor Heribertus Lobya, OSA selaku Ketua Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Santo Agustinus. Betapa tidak, dalam peristiwa penembakan ini, Atnike Fatie ditembak pada bagian bahu hingga mengenai telinganya. Sedangkan Selviana Sory ditembak pada bagian pahanya dan Silvester Assem terkena tembakan pada bagian betis kaki kanannya. Para korban penembakan ini, sekarang dirawat di Rumah Sakit Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Data yang dihimpun media ini, tanggal 15 Agustus dan 16 Agustus 2026, Pastor Heribertus Lobya, OSA selaku Ketua Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Santo Agustinus mengunjungi para korban penembakan.
Dari kesaksian korban penembakan yakni Selviana Sory, Atnike Fatie, dan Silvester Assem pada saat itu ada oknum aparat TNI bersenjata yang datang lalu menembak mereka.
Salah satu saksi mata Tomas Assem yang melihat kejadiaan itu juga mengatakan dirinya yang berteriak untuk menghentikan bunyi tembakan. dan menjelaskan bahwa para oknum aparat bersenjata TNI bahwa mereka adalah warga sipil yang datang ditempat itu untuk mencari ikan dan makanan lainnya
“Saya berteriak dan menjelaskan kepada aparat TNI, kami sedang mencari ikan dan makanan lainnya. Kami ini warga sipil yang datang di tempat ini untuk mencari ikan dan makanan lainnya,” ujar Tomas Assem
Terkait peristiwa itu, “Kami Gereja Katolik berharap pihak kepolisian segera mengadakan investigasi untuk mengungkap kejadian penembakan tiga umat Katolik kami secara profesional,” ungkap Pastor Heribertus Lobya,OSA (*/HL)








