28.7 C
Sorong
Beranda Maybrat Insiden Kontak Tembak di Maybrat, Dua Prajurit Gugur, Senjata Dirampas KKB

Insiden Kontak Tembak di Maybrat, Dua Prajurit Gugur, Senjata Dirampas KKB

91
Ilustrasi: Insiden Kontak Tembak di Maybrat, Dua Prajurit Gugur, Senjata Dirampas KKB
Ilustrasi: Insiden Kontak Tembak di Maybrat, Dua Prajurit Gugur, Senjata Dirampas KKB
- Iklan Berita 1 -

MAYBRAT-PBD, Monitorpapua.com – Insiden kontak tembak terjadi di Kampung Sori (Suri), Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Dua prajurit TNI AL gugur saat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dua pucuk senjata api milik prajurit dilaporkan dirampas para pelaku.

Peristiwa itu terjadi Minggu (22/3) sekitar pukul 07.00 WIT. Kedua korban diketahui berinisial Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10. Kontak tembak melibatkan personel Batalyon Marinir 9 (Yonmar 9) yang tengah melaksanakan tugas di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua prajurit dilaporkan gugur, sementara lainnya mengalami luka-luka, masing-masing satu dalam kondisi kritis dan lainnya mengalami luka tembak.

Kejadian tersebut, diduga kelompok bersenjata berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan melakukan serangan terhadap personel Marinir. Selain menimbulkan korban, kelompok tersebut juga sempat merampas dua pucuk senjata api milik aparat, yakni satu unit senjata jenis Minimi dan satu unit senjata jenis Caracal.

Berdasarkan perkembangan terbaru di lapangan, aparat keamanan bergerak cepat dengan melakukan pengejaran dan penyekatan di sejumlah titik. Dalam operasi tersebut, kedua senjata api yang sebelumnya sempat dirampas dilaporkan berhasil direbut kembali oleh aparat.

Insiden ini kembali menambah daftar gangguan keamanan di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di daerah yang tergolong rawan konflik seperti Kabupaten Maybrat. Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos membenarkan dua putra terbaik bangsa yang saat ini bertugas sebagai anggota Satgas di Maybrat, gugur. Gubernur Kambu menyampaikan hal itu saat mendatangi Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr R Oetojo Sorong, kota Provinsi Papua Barat, Minggu (22/3).

“Kita semua turut berbelasungkawa, ya, atas gugurnya dua putra terbaik bangsa dari satuan TNI Angkatan Laut yang kebetulan saat ini sebagai Satgas di Maybrat,” ujar Gubernur Kambu kepada wartawan media di RSAL Dr R Oetojo Sorong, Korban dievakuasi ke rumah sakit itu dari Kumurkek, kota Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Gubernur Kambu didampingi Bupati Maybrat Karel Murafer datang ke RSAL sebagai bentuk perhatian Pemprov Papua Barat Daya dan Pemkab Maybrat kepada keluarga korban.

“Kehadiran saya dengan Pak Bupati ini bentuk dari rasa kepedulian dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Maybrat untuk hadir memberikan doa dukungan kepada keluarga, kedua almarhum,” kata Kambu.

Sejumlah pihak juga menyoroti tren meningkatnya upaya perampasan senjata api milik aparat oleh kelompok bersenjata dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius, terutama dalam memperkuat sistem pengamanan personel dan perlengkapan di lapangan.

Komandan Korem 181/Praja Vira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi mengatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan dan memetakan daerah-daerah rawan. Hal itu dilakuka untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah tersebut.

“Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan,” ujar Slamet saat ditemui di depan RSAL Dr. R. Oetojo Kota Sorong.

Ia menjelaskan, TNI akan memperkuat koordinasi antar-satuan, termasuk dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Habema yang di dalamnya terdapat prajurit dari Batalion Marinir 10. Menurutnya, pembagian sektor operasi antara satuan di bawah Korem 181/PVT dan Satgas Habema memungkinkan respons cepat apabila terjadi gangguan di lapangan.

Aparat keamanan diimbau terus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas. Pengamanan maksimal, termasuk pemanfaatan teknologi seperti drone untuk pemantauan situasi, dinilai penting guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta memperkuat langkah pengamanan di wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari Letkol Inf J Daniel P Manalu membenarkan adanya kontak tembak. Namun, Manalu belum memberikan konfirmasi lebih jauh.

“Kita ada dengar laporan kontak tembak, namun kita tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” ujar Manalu kepada wartawan di Sorong, Papua Barat Daya, (*)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini