Jembatan Penghubung Kabupaten Sorong dan Distrik Menuju Bandara Rusak Berat

0
311
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Jembatan penghubung Ibu kota Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat menuju Distrik Mariat, Jalan Bandara SP II Kampung Klaru rusak berat. Belum ada bantuan pemerintah daerah untuk memperbaikinya. Pada hal, jembatan darurat itu hanya menggunakan kayu log ukuran besar sehingga tidak mampu menahan derasnya aliran air hujan.

Akibatnya, sebagian besar penahan jembatan ambruk dan patah. Kini tinggal dua buah kayu log berukuran besar melintang untuk pejalan kaki yang melintasi jalur itu, membuat hati pejalan kaki terasa ketakutan karena kayu-kayu logng penghubung itu mulai lapuk. Jika tidak berhati-hati maka para pejalan kaki bisa terjun bebas ke dalam aliran air sungai yang sangat deras aliran airnya.

Lebih memprihatinkan lagi, jarak yang harus ditempuh warga kampung dengan ibu kota kabupaten sangat jauh. Terpaksa warga memaksakan kehendak menggunakan kendaraan roda dua untuk melewati jembatan yang tak layak lagi. Bahkan mereka sangat berhati-hati melewati jalur itu.

Hasil liputan media Monitorpapua.com di lokasi ambruknya jembatan menunjukkan ketidaksabaran penduduk kampung di Distrik Mariat SP II itu untuk membangun jembatan darurat. Pasalnya, hanya satu-satunya jalan melintasi jembatan yang sudah ambruk itu.
Bahkan satu-satunya akses jalan tersebut menuju ke ibukota kabupaten Sorong. Namun jika ada jalan lain, tentu berjam jam, berumput dan juga masih dalam tahap penimbunan atau pembukaan lahan baru.

Pantauan wartawan di lapangan, jalan itu adalah jalur menuju Bandara Segun yang letaknya masih sangat jauh dari perkampungan Kabupaten Sorong yang sedang dalam proses penimbunan belum menunjukan titik terang. Akses jalan Bandara di Mariat SP II menuju ke kampung sulit dilalui penduduk karena sebagian jalan belum diaspal atau dicor beton

Kepala Kampung, Fery Klawen saat melintasi jalur itu sempat berhenti dan berinteraksi dengan wartawan. Ia mengendari kendaraan roda dua dan memboncengi tiga anaknya yang masih kecil.

“Jembatan penghubung tersebut rusak berat dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Itu pun harus berhati-hati, jika tidak maka kendaraan dan pengendara bisa terjun bebas ke dalam air kali yang cukup deras,” celetuk Fery Klawen.

Kepala Kampung, Fery Klawen

Fery Klawen, mengatakan ambruknya jempatan penghubung itu, membuat penduduk kampung tidak bisa leluasa melakukan aktifitas. Apalagi situasi pandemi Covid 19, penduduk hanya bisa tinggal di rumah saja namun sebagian lagi terdesak harus bepergian ke kota untuk berbelanja. Itu pun dengan sangat hati-hati karena tidak bisa melintasi jembatan yang sudah rusak berat.

Ketika ditanya, berapa lama jembatan itu ambruk, Kepala Kampung belum tidak bisa memastikannya karena sering berada di kampung bersama penduduk akibat Covid 19. Namun menurut perkiraannya, mendekati sebulan jembatan tersebut rusak berat dan belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sorong untuk memperbaikinya.

Langkah yang dilakukan Kepala Kampung, menggunakan sebagian dana kampung untuk segera memperbaiki jembatan itu. Selain itu, sebagai Kepala Kampung pihaknya menghimbau kepada penduduk kampung dan mereka yang memiliki lahan perkebunan untuk turut berpartisipasi mengumpulkan dana membeli pasir, kayu dan besi agar dapat membangun jembatan yang baru.

“Rencananya, setiap Kepala Keluarga menyumbang dana sebesar Rp 100 ribu. Kalau menunggu pemerintah Kabupaten Sorong butuh waktu yang sangat lama membangun jembatan itu. Pada hal, jalur itu sering dilalui warga kampung dan juga warga Kabupaten Sorong,” kata Fery.

Fery Klawen berencana, minggu ini, semua dana sudah bisa terkumpul agar segera membangun jembatan. “Pemerintah Kampung sudah membeli pasir dan kayu. Lebih baik swadaya masyarakat daripada menunggu bertahun-tahun proyek jembatan yang tak kunjung datang,” ungkapnya. Pihak Dinas PU Kabupaten Sorong yang sempat dihubungi belum bisa menjelaskannya karena masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. (Ren/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.