Kementrian Pertanian Bertahap Berikan Bantuan Petani Sorong

252

SORONG, Monitorpapua.com – Kementrian Pertanian (Kementan) melakukan pemberian bantuan kepada para petani di Kabupaten Sorong secara bertahap. Hal ini dilakukan Kementan untuk menjawab usulan program pemerintah daerah dan program kerja para petani. Namun melalui mekanisme yang terpadu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sorong,
Frengki Wamafma, S. Hut, M. Si., mengatakan hal itu kepada wartawan paska pencanangan program kerja Presiden RI, Ir. Joko Widodo terkait pemanfaatan lahan seluas 20 Hektar tanah di wilayah Kabupaten Sorong untuk penanaman jagung, memasuki tahap pengolahan lahan. Program kerja ini sudah dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Sorong hingga sekarang.

Terkait pemanfaatan lahan seluas 20 Hektar tanah di wilayah Kabupaten Sorong untuk penanaman jagung tersebut, Dinas Pertanian telah pertanggungjawab hasilnya kepada Presiden RI melalui Kementrian Pertanian dan Pemerintah Daerah Sorong. Terbukti hasil panen pertama jagung, mendapat tempat di pasaran harganya sangat lumayan senilai Rp. 7000.- sampai Rp. 8000.- perkilogram.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sorong Frengki Wamafma, S. Hut, M. Si menguraikan para petani setiap tahun mendapat bantuan dari Kementrian Pertanian (Kementan) berupa program yang diusulkan dari daerah Propinsi dan kabupaten lalu program itu dilaksanakan bersama para petani di lapangan.

“Misalnya benih atau bibit, termasuk alat-alat pertanian.
Bantuan dari pusat itu berupa benih, bibit jagung dan juga alat-alat pertanian (cultivator/handtractor)
Namun, Kementan belum bisa menjawab semua kebutuhan karena dilakukan secara bertahap,” jelas Frangky.

“Bantuan berbentuk bibit, pupuk dan alat alat pertanian. Para petani sudah memiliki aplikasinya sehingga setelah mendapat penyuluhan melalui sistem penyuluhan pertanian (simluhtan)
maka mudah menerima bantuan,” terang Kepala Dinas.

Lebih lanjut kata Frangki aplikasi Simluhtan sangat mudah. Harus lengkap datanya, harus ada nama ibu kandung, dan tahun ini juga di kabupaten Sorong akan ada rumah pupuk, seperti pupuk kandang dari kotoran ternak,” kata Frengki.

Kepala Dinas Pertanian kabupaten Sorong mengakui cuaca di Papua berubah, kadang hujan deras dan kemarau panjang membuat para petani harus berjuang . “Jadi iklim di Papua kita tidak menentu, prakiraan cuaca pun tak menentu. Kita hanya berdoa supaya Tuhan memberikan cuaca yang baik,” ungkapnya. (J.Girsang/Melvin Gurning)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini