
SORONG-PBD, Monitorpapua.com.- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Adolof Kambuaya, SH., MSi menegaskan, sudah waktunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya menyiapkan Generasi Emas Indonesia di Papua tahun 2045. Generasi ini harus disiapkan baik-baik agar mereka dapat memimpin bangsa dan negara Indonesia pada tahun 2045.
Penting ! Karena generasi Emas 2045 adalah visi Indonesia untuk menjadi negara maju, berdaulat, dan mandiri pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia (2045), didukung oleh SDM berkualitas, produktif, dan berkarakter. Fokus utamanya adalah memanfaatkan bonus demografi dengan peningkatan pendidikan, kesehatan, dan transformasi ekonomi untuk menjadikan Indonesia kekuatan ekonomi besar dunia.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Adolof Kambuaya, SH., MSi saat membuka sosialisasi dampak bahaya narkoba dan obat-obat terlarang bagi anak usia dini, di Aimas Hotel, Selasa 28 April 2026..
Kegiatan ini dihadiri perwakilan siswa-siswi dari Kota dan Kabupaten Provinsi Papua Barat Daya yakni Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Sorong Selatan, Maybrat, Teminabuan, Tambrauw dan Kota Sorong. Setiap sekolah menghadirkan 4 siswa didampingi dua guru termasuk Kepala Sekolah dan Guru Pendamping siswa. Demikian laporan Ketua Panitia Arnold Isir di hadapan forum sosialisasi dampak narkoba, menghadirkan dua narasumber yakni Laurentius Reresi, S.S., M.M dan dari pihak Kepolisian Kota Sorong.
Di hadapan ratusan siswa-siswi tingkat SMA serta para Kepala Sekolah dan guru-guru bimbingan konseling serta para pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD, Kepala Dinas Adolof Kambuaya, SH., MSi mengatakan adalah penting menyiapkan generasi emas Papua menuju generasi Indonesia Emas 2045 adalah mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan modern yang sejajar dengan negara-negara adidaya dunia pada tahun 2045.Dengan keberhasilan anak-anak Papua ini, mereka dapat mendatangkan devisa bagi Indonesia khususnya di Tanah Papua ini sehingga terjadi perubahan ekonomi global yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Inilah pilar utama transformasi sosial, transformasi ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang baik demi masa depan anak-anak di Papua,” ujarnya.
“Sekarang saatnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyipakkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, bukan sakit-sakitan, takut, sakit mental, pikiran dan gangguan psikis lalinnya karena nakoba dan obat-obat terlarang. “Kita harus mempersiapkan anak-anak dan remaja saat ini (generasi muda) yang cerdas, sehat, dan berkarakter unggul, karena mereka akan menjadi penduduk usia produktif pada 2045,” ujar Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut orang nomor satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD itu, Bonus Demografi: Indonesia diprediksi memiliki jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar sekitar umur 30 tahun. Bila dikelola dengan baik yakni pendidikan dan lapangan kerja akan memacu pertumbuhan ekonomi bahkan mendatangkan income besar bagi Papua..
Terkait hal ini, Kepala Dinas mengajak semua komponen untuk bergadengan tangan menolak narkoba dan obat terlarang lainnya yang dapat membunuh generasi muda. Maka agenda Pembangunan yang harus dicapai yakni pelu peningkatan kualitas pendidikan (termasuk kurikulum dan anggaran), kesehatan (program gizi), serta pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah.
Ketua Panitia A. Isir melaporakan kegiatan ini menghadirkan siswa-siswi tingkat SMA dari kota dan Kabupaten Provinsi Papua Barat Daya dan dibiayai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya. Menghadarkan dua narasumber. Ketua Panitia mengatakan sosialisasi ini dilatarbelakangi masih banyaknya masalah penyalahguna narkoba di kalangan remaja. Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pencegahan dini agar masalah penyalahgunaan narkoba teratasi dan tidak ada terjadinya peningkatan dalam penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan PBD, narkoba sudah merebak ke seluruh komponen masyarakat tidak hanya golongan masyarakat kelas atas yang tinggal diperkotaan melainkan sudah sampai dipelosok daerah Indonesia yang sasarannya tidak pandang bulu, Akibatnya makin banyak generasi muda yang terjerumus dalam narkoba dan kehilangan masa depan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara pada masa mendatang. “Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja adalah masalah serius dan kompleks. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga melibatkan aspek psikologis, sosial, dan spiritual,” ujarnya.
Ditegaskan lagi, “Keluarga adalah tempat pertama dan paling penting di mana anak-anak belajar tentang nilai-nilai kehidupan. Keluarga berperan sebagai agen sosialisasi primer yang memiliki pengaruh besar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba”.
Sedangkan menurut narasumber secara terpisan mengatakan “Keluarga adalah konteks pertama dan paling berpengaruh dalam pembentukan makna, kepercayaan, dan spiritualitas anak. Menurutnya, pengalaman awal anak terhadap kasih sayang dan keandalan dalam lingkungan rumah tangga membentuk dasar kepercayaan yang mendalam, yang kemudian menjadi fondasi bagi perkembangan iman di tahap-tahap selanjutnya”.
Menurut narasumber lagi perilaku sebagian remaja yang secara nyata telah jauh mengabaikan nilai-nilai kaidah dan norma serta hukum yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. Dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat masih banyak dijumpai remaja yang masih melakukan penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Adolof Kambuaya, SH., MSi., berharap kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik dan dapat membuahkan hasil untuk masa depan anak didik di Tanah Papua ini. “Negara siapkan dana besar untuk sektor pendidikan, mari persiapkan diri menyambut Indonesia emas agar hari ini anak-anak di Tanah Papua, Provinsi Papua Barat Daya dapat berdiri menggantikan generasi tua, menuju Indonesia Emas 2045,” doa Kepala Dinas disambut tepuk tangan meriah. Sosialisasi ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan memukul tifa tanda dimulainya kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat.
(Laurent R)










