Komunitas Santa Teresa Kalkuta Wisata Bahari 

80

SORONG, Monitorpapua.com – Sejumlah Ibu-Ibu dari Komunitas Santa Teresa Kalkuta mengadakan kegiatan wisata menuju Pulau Doom atau Dum, salah satu pulau sangat memiliki nilai unik sejarah di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

“Kegiatan ini hanya sekedar menikmati panorama alam Pulau Doom yang dikelilingi laut. Berbekal rujak dan bekal seadanya, komunitas ini menuju Pulau Doom menumpangi longboat, menikmati panorama alam yang menawan dan menarik  di senja hari,” terang Siska Gurning, Ketua Komunitas Santa Teresa Kalkuta didampingi Mery Matande, Wakil Ketua.

Senyum dan tawa membuat komunitas ini terus melangkah pasti memantapkan program kerjanya di masa mendatang.

Di atas perahu longboat, komunitas Ibu-Ibu Santa Teresa Kalkuta mengisahkan tentang Pulau Doom menjadi salah satu wisata yang dekat dengan Kota Sorong. Tak asing lagi bagi komunitas Santa Teresa Kalkuta mendatangi Pulau Doom, namun di sore ini sekitar pukul 15.25 Wit, Selasa 31 Januari 2023, mereka hanya ingin berenang sembari makan rujak dan menikmati wisata bahari dengan keindahan pantai yang eksotis serta lautnya cukup mempesona.

“Lokasi Wisata bahari di Kepulauan Papua Barat Daya memang tidak ada habisnya untuk dikunjungi komunitas Santa Teresa de Kalkuta, termasuk Pulau Doom Papua Barat Daya,” celetuk Yuliana Loupatty.

Keindahan pantai dengan pasir putihnya tampak berkilau ini memikat hati komunitas ini, kami duduk di tepi pantai sambil mengunyah rujak, bersendau gurau dan berselfie ria menikmati pesona pantai yang indah,” ucap Siska Gurning.

“Bahkan terdengar deruan ombak dan kicauan burung serta suara longboat yang terus membawa, wisatawan  domestik menuju Pulau Doom,” kata Riana Motombri.

“Wisatawan yang mengunjungi pantai ini dijamin betah berlama-lama karena suasana pantai tersebut sangat nyaman,” ucap Mery Matande.

“Saat malam hari, Pulau Doom terlihat bercahaya dengan lampu-lampu penduduk juga bertaburan bintang di langit. Itu sebabnya, pulau ini sohor dengan gelarnya, Pulau Bintang. Daya tarik wisata dari pulau ini adalah latar belakang sejarahnya dan alamnya yang indah,”ujar Nancy Manurung.

Dalam bahasa penduduk setempat, suku Moi, “dum” berarti pulau yang ditumbuhi banyak pohon buah. (Ren)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini