Musa Khampak: Hutan Sayosa Raya Dibabat Habis Pemain Kayu

0
615
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Ketua Dewan Adat Sayosa Raya, Musa Khampak menegaskan kondisi hutan di Sayosa Raya terancam karena lima Distrik yang berada di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat ini menjadi sasaran empuk perambah hutan kayu. Banyak cukong kayu tak henti-hentinya membabat hutan di Distrik Sayosa, Distrik Sayosa Timur, Distrik Wemak, Distrik Maudus dan Distrik Snok. Kelima Distrik ini memiliki hutan yang ditumbuhi pelbagai jenis kayu membuat para perambah hutan merayu penduduk desa untuk membabat habis hutan serta menjualnya dengan harga murah.

Hal ini dikatakan Musa Khampak, Ketua Dewan Adat kepada media ini di Kabupaten Sorong, Rabu, 2 Juni 2021. Menurut Musa, pihaknya telah berupaya menertibkan masyarakat agar tidak menebang hutan namun mereka tidak mengindahkannya.

“Persoalannya sangat kompleks di Sayosa. Setiap marga memiliki hak ulayat untuk menjual hasil hutan kayu. Mereka tidak mau mengikuti aturan main. Akibatnya, setiap cukong kayu yang menarwarkan uang untuk menjarah kayu dengan harga murah maka penduduk langsung menerima tawaran itu. Apalagi uang sudah ada di atas meja dalam jumlah yang banyak,” ungkap Ketua Dewan Adat Sayosa Raya.

Lebih lanjut kata Musa, setiap hari mobil truck masuk hutan dan mengangkut ribuan kayu dari Lima Distrik itu. “Setiap hari sebanyak 20 – 30 truck mengangkut kayu dari hutan. Anehnya, kayu-kayu itu diangkut ke luar hutan pada malam hari. Mereka melewati sekitar 5 pos penjaga diantaranya Pos Satgas Kasuari, Pos Klamono, Polsek ,” ujar Musa.

Pengamatan Musa Khampak, truck mengangkut kayu-kayu berukuran 10×10, 16 × 16). Setiap hari tak henti mobil truck mengangkut kayu. Jika tidak segera diatasi Pemda Sorong maka 5-10 tahun berikutnya tidak ada hasil hutan kayu di 5 Distrik Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Anak cucu kehilangan hutan. Berita ini masih ditelusuri media ke sejumlah tempat penampungan kayu (TPK) dan Sumber Terpercaya lainnya.

Hasil investigasi data di beberapa wilayah TPK Kabupaten Sorong, ternyata kayu-kayu itu siap dikirim cukong kayu ke Surabaya untuk diekspor ke luar negeri dengan harga sangat fantastis. “Para pemain kayu bukan hanya warga sipil tetapi oknum aparat juga ikut bermain kayu,” kata sumber Informasi.

Kami mengirim ribuan kayu ini ke Surabaya. Selanjutnya kami tidak tahu ekspor ke mana. Namun hasil penjualan sangat mahal,” terang Sumber itu.

Media ini mencoba menghubungi salah satu oknum aparat via telpon seluler untuk memastikan kebenaran pemberitaan, nampaknya sumber mengelak. “Iya benar, sekarang sy berada di kilometer 48,” kata oknum aparat yang tak mau menyebutkan dugaan bisnis kayu. (Tim)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.