Pastor Mengecam Tindakan Penembakan Terhadap Katekis Katolik Asli Papua

0
726
Pastor Izaak Bame, Pr
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Pastor Izaak Bame, Pr sangat mengecam tindakan penembakan terhadap Orang Asli Papua, Rupinus Tigau, seorang Katekis (Pewarta) Katolik stase Jalae, Paroki Sugapa, Keuskupan Timika, Papua,- sebagaimana dilaporkan media www. suarapapua.com – telah ditembak mati TNI pada Senin 26 Oktober 2020 di kampung Jalae, distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua.

Pastor Asli Papua, Izaak Bame merasa sedih di hari bahagia “Gereja Kristen Injili di Tanah Papua merayakan Ulang Tahun ke 64 sebagai Hari Suka Cita, namun viral di media berita duka kematian seorang KETEKIS yang tugas utamanya adalah “Mewartawan Kabar Suka Cita Tuhan Yesus” kini menjadi korban penembakan oleh oknum TNI yang haus akan darah Orang Asli Papua

Selain itu, menurut media www.suarapapua.com dilaporkan juga seorang pemuda kampung Jalae tertembak dan telah dievakuasi ke RSUD Sugapa.Dua orang tersebut ditembak oleh anggota TNI saat melakukan penyisiran di kampung Jalae. Penyisiran dilakukan pada pagi hari.

Saat melakukan penyisiran dan penyerangan terhadap anggota TPNPB, seorang sumber informasi melaporkan bahwa warga sipil mengungsi ke hutan. Dilaporkan pula ada rumah yang dibakar anggota TNI.

“Dengan berita kematian Katekis ini memberikan informasi kepada Rakyat Asli Papua bahwa TNI belum puas minum darah orang Asli Papua sejak 1963 hingga hari ini 26 Oktober 2020,” tegas Pastor Izaak Bame

Pertanyan sederhana dari saya untuk Pangdam XVII Cendrawasih Papua “Apakah memang waktu Presiden Republik Indonesia Ir.Soekarno mau rebut New Guinea dari Belanda ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tiap hari TNI-POLRI harus membunuh Rakyat Asli Papua? Atau ini insiatif Presiden Ir.Joko Widodo dan Pangdam XVII Cendrawasih Papua?,” tanya Izaak.

“Ketua MPR- DPR RI, saya mohon supaya mengevaluasi kembali kebijakkan Presiden dan Panglima TNI-Pangdam XVII Cendrawasih Papua terkait penempatan TNI di Tanah Papua. Kepada seluruh Rakyat Asli Papua supaya bersatu melawan kejahatan Negara yang dilakukan oleh TNI-POLRI berapa bulan belakangan ini,” tegas Tokoh Agama

“Kepada Ketua Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan para Uskup provinsi Gerejawi di Tanah Papua supaya buka mulut sampaikan ke Presiden yang haus darah Rakyat Asli Papua supaya berhenti dengan cara arogannya. Presiden Ir.Joko Widodo yang terhormat kalau tidak mampu memimpin Negara segera turun dari jabatanmu, karena sebagai Presiden tidak mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada Rakyat terutama Rakyat Asli Papua,”tegas pemerhati rakyat asli Papua.

Menurutnya, sejak Ir.Joko Widodo dilantik pada Oktober 2019, sudah mengorban Rakyat Asli Papua yang tidak berdosa lebih dari lima orang, yang baru hangat ada dua pendeta, dua Katekis Katolik dan berapa umat biasa. “Ini prestasi seorang Presiden ataukah kegagalan seorang Presiden dalam sebuah Negara,” tenya Pastor Izaak

“Kepada Prof.Mahfud, Md, mohon supaya buka mata dan telingamu lebar-lebar lihat dan dengar rintihan, tangisan dan ratapan Rakyat Asli Papua bukan membela kejahatan dengan mengatakan itu berita mengada-ada lagi. Kepada perwakilan DPD-DPR RI utusan Dareah pemilihan Papua dan Papua Barat supaya tunjukkan tanggung jawabmu kepada Rakyat Asli Papua dengan bersuara atas kematian Orang Asli Papua di atas tanahnya sendiri oleh TNI-POLRI atau kah anggota DPD-DPR RI utusan daerah pemilihan Papua dan Papua Barat jugalah yang mendukung TNI-POLRI untuk membunuh Rakyat Asli Papua.

Akhirnya kepada semua pihak yang punya hati, saya atas nama pihak keluarga korban mohon dukungan anda untuk menyuarakan tentang kejahatan Negara terhadap Rakyat Asli Papua dengan berbagai kesempatan entah lisan atau tertulis bahwa Presiden segera tarik TNI-POLRI yang ditempatkan di Tanah Papua hanya untuk membunuh Orang Asli Papua tanpa Dasar Hukum yang jelas.Demikian pikiran-perasan saya sebagai bagian dari pihak korban. (Rlis/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.