Usut Tuntas Oknum Penembak Pendeta Jangan Korbankan Masyarakat Sipil

0
106
Pastor Izaak Bame, Pr
- Iklan Berita 1 -

Usut Tuntas Oknum Penembak Pendeta Jangan Korbankan Masyarakat Sipil Penulis Pastor Izaak Bame, Pr.

SORONG, Monitorpapua.com – Kematian Hamba Tuhan Pendeta Jeremi dari Gereja Kemah Injil Indonesia di Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua terjadi pada 19 September 2020, menaruh luka mendalam bagi rakyat di Tanah Papua dan keluarganya.

Saya Pastor Izaak Bame, Pr melihat kejadian demi kejadian itu menambah deretan panjang kejahatan di Tanah Papua. Siapa dalang yang merancang kejahatan di Tanah Papua ini, harus dicari otak pelakunya.

Pastor Izaak Bame mensinyalir dilakukan oknum-oknum tidak berperikemanusiaan. Pihak-pihak yang berkepentingan hendaknya menghentikan kekerasan termasuk penembakan, entah TNI atau OPM, meskipun demikian harus dibuktikan kebenarannya dan harus diusut tuntas agar rakyat Papua bisa hidup layak sebagai mahkluk Tuhan.

“Sumber terpercaya dari beberapa media yang saya ikuti memberi informasi tentang penyebab kematian Pendeta Jeremia, berbeda yaitu ada yang menyebut penyebab kematian Pendeta Jeremi adalah ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) namun, lain pihak menyebut oknum TNI,” celetuk Pastor Izaak.

Pastor Izaak Bame Pr, Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manokwari-Sorong berpendapat atas peristiwa kematian Pdt.Jeremia sebagai berikut

Pertama, Pelaku pembunuhan Pdt. Jeremia harus diusut tuntas agar tidak ada pendapat simpang siur yang seolah-olah menuduh oknum TNI atau mereka yang tak bersalah melakukan penembakan.

Pasalnya, kata Ketua Kerasulan Awam (Kerawam), sejak gejolak Papua Indonesia tahun 1963 sampai tahun 2018 belum pernah ada OPM membunuh Pendeta-Pastor tapi sejak 2018 ada pembunuhan terhadap Pendeta-Pastor di Papua maka pelakunya harus diusut tuntas,” tegas Ketua Kerawam

Kedua, Pada 18 September 2020 seorang TNI dibunuh oleh OPM dan setelah itu masyarakat -Umat dan Pendeta diteror oleh TNI bahkan dilarang pergi jauh dari rumah ini artinya bahwa siapa yang berada di luar dari rumah dimusihi dan ditembak (oleh siapa?)

Ketiga dengan kematian Pdt. Jeremia, yang dibunuh oleh oknum tak bertanggung jawab maka dapat disimpulkan bahwa Nurani manusia tidak dimiliki oleh pembunuh maka harus diusut tuntas.

Keempat, Kematian Pdt. Jeremia, semua pimpinan agama di Indonesia tidak ada yang bersuara kecuali dari Pimpinan Gereja Kemah Injil di Indonesia bila dibandingkan sebuah Musola terbakar diTolikara tahun 2015 seluruh rakyat Indonesia bersuara pada hal sebuah Musola kecil dan terbakar bukan dibakar maka sebuah gedung lebih bernilai daripada nyawa seorang manusia bernama Jeremia

Kelima, Mohon agar pihak TNI-Polri terutama Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua supaya pastikan penyebab kematian Pdt. Jeremia. Usut tuntas peristiwa berdarah ini.

Keenam, TNI-OPM mohon jangan Korbankan Masyarakat sipil. (Rlis/*)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.