Pastor Izaak Bame, Pr dan Mahasiswa Kritik Kantor DPRD Tambrauw Pindah di Hotel Kota Sorong

0
497
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Aksi protes sejumlah Mahasiswa dan Pemuda asal Kabupaten Tambrauw tentang pelaksanaan Sidang DPRD Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu di salah satu Hotel Kota Sorong mendapat tanggapan dari sejumlah pemerhati rakyat Tambrauw. Diantaranya Mahasiswa Tambrauw dan Pastor Izaak Bame, Pr sebagai bagian dari Masyarakat Kabupaten Tambrauw turut prihatin dengan sikap dan gaya hidup para wakil rakyat terhormat dari Kabupaten Konservasi ini.

Ketua DPRD Tambrauw beserta Anggota punya Kantor di mana ? Tanya Pastor Izaak Bame, Pr setelah membaca berita dari sejumlah media cetak dan online terkait sikap protes sejumlah Mahasiswa dan Pemuda asal Kabupaten Tambrauw tentang pelaksanaan Sidang DPR Kabupaten Tambrauw Penetapan APBD-P Tahun 2020 yang dilaksanakan di Kota Sorong pada berapa waktu lalu, sangat sesali sikap Wakil Rakyat Terhormat yang telah memindahkan Kantor DPRD Kabupaten Tambrauw ke salah satu Hotel di Kota Sorong.

Pastor Izaak Bame sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Tambrauw menyampaikan tanggapan sebagai berikut “Saya setuju dengan sikap dari adik-adik Mahasiswa dan Pemuda asal Kabupaten Tambrauw yang mempertanyakan mengapa sidang harus dilakukan di Kota Sorong. Rupanya Ketua DPRD dan para anggota DPRD Tambrauw berdomisili di Kota Sorong, lalu ke Kabupaten Tambrauw kalau ada sidang kecuali satu-dua orang tinggal di Tambrauw,” ujar Pastor Izak Bame.

Pastor Izaak Bame, Pr.

Lebih lanjut Pastor Izaak menegaskan tidak tepat waktunya sudah mepet-terdesak jadi pelaksanaan rapat DPRD Tambrauw dapat dilaksanakan di Kota Sorong sangatlah tidak masuk akal. Mengapa Lembaga besar ini tidak memiliki rencana kerja yang teratur adalah sangat memalukan kalau Sidang dilaksanakan dengan tergesa karena alasan waktu.

“Saudara Ketua saya ingatkan bahwa saudara menjadi Ketua DPR karena Rakyat memilih saudara maka hormati suara mereka dan bekerja untuk masyarakat bukan sekedar asal jadi DPR apa lagi Ketua sehingga kaget-kaget waktu rapat beginikah SUARA RAKYAT yang disebut SUARA TUHAN bisa bekerja efektif,” tegas Izaak Bame.

Terkait hal itu, Pastor Izaak Bame mengatakan Ketua dan Anggota bekerja untuk mempertanggung jawabkan kepercayaan Masyarakat Tambrauw maka rapat “HARUS” dilakukan di Tambrauw supaya Masyarakat Tambrauw ikut memantau isi rapat dan hasilnya. “Mohon Ketua DPR dan Anggota DPR Kabupaten Tambrauw kembangkan rasa malu, jangan aktifitas Kabupaten Tambrauw adakan di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong karena secara Pemerintahan sudah dimekarkan atau saudara Ketua dan Anggota DPR Kabupaten Tambrauw mau kembali jadi satu dengan kota dan Kabupaten Sorong?,” ungkapnya lagi.

Maka Atas nama Masyarakat Tambrauw mohon kepada Ketua DPR supaya aktif bekerja di Ibu Kota Kabupaten Tambrauw yaitu Fef bukan Sorong, Manokwari atau Maybrat tunggu rapat baru pergi rapat kalau demikian caranya saudara lakukan maka sebaiknya dengan hormat serahkan suara RAKYAT TAMBRAUW kepada orang yang memang bekerja untuk Masyarakat Tambrauw. Saya harap supaya Ketua DPR dan Anggotanya rubahlah perilaku buruk kalian selama ini yaitu tidak berada di Tambrauw hanya tunggu waktu rapat barulah pergi rapat.

Ketua DPR Kabupaten Tambrauw, Cosmas Baru dihubungi via telepon seluler mengapresiasi dukungan, saran Pastor Izaak Bame, Pr terhadap kinerja DPRD Tambrauw. “Kami mengapresiasi pernyataan sikap dukungan Pastor untuk membangun Kabupaten pemekaran ini. Benar apa yang dilakukan Mahasiswa dan masyarakat Tambrauw,” kata Cosmas Baru.

Menurut Ketua DPRD Tambrauw, pihaknya tidak tergesa-gesa melaksanakan Sidang APBD-P Tahun 2020. “Program kegiatan Sidang APBD-P T.2020 sudah disepakati bersama antara Legislatif dan Eksekutif di Fef. Namun kondisi jalan menuju Fef tidak memungkinkan maka atas persetujuan bersama sidang dilaksanakan di Kota Sorong. Intinya, penetapan APBD-P untuk membangun Kabupaten Tambrauw bukan daerah lain,”kata Cosmas Baru.

Cosmas Baru mengapresiasi kepada semua pihak yang mengontrol kinerja DPRD Tambrauw. “Kami DPRD Tambrauw hanya numpang sidang di Sorong saja. Tentu dengan pertimbangan yang matang sehingga waktu untuk sidang dilaksanakan segera agar penetapan APBD-P bisa dipertanggungjawabkan, tegas Cosmas Baru.

Ketua DPRD Tambrauw tidak menolak aksi Mahasiswa dan Pemuda Tambrauw karena itu adalah cara tepat mengintrol para wakil rakyat. “Semua perhatian, kritik, saran adalah bagian dari kontrol sosial untuk kami DPRD Tambrauw agar ke depan sidang bisa dilaksanakan di Fef Ibu Kota Kabupaten Tambrauw,”kata Kosmas Baru (Ren/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.