Aparat Keamanan Tidak Mampu Berantas Perjudian di Nabire

0
84
- Iklan Berita 1 -

NABIRE Monitorpapua.com – Sarang perjudian yang ada di Pusat kota Nabire semakin marak, apalagi aksi perjudian terlihat sangat mencolok dan ramai di lokasi belakang pertokoan Jl. Yos Sudarso Oyehe Nabire.

Beragam permainan judi di lokasi tersebut, seperti Toto Gelap (Togel), Dadu, Roulex, Permainan Kartu Domino (Ceme) dan lain-lain sebagainya.

Ironisnya, lokasi permainan judi tersebut berdampingan dengan tempat ibadah (Masjid), mirisnya hanya berbatasan tembok dengan Pos Polisi kota Oyehe.

Hal tersebut belum lama ini mendapat tanggapan serius dari masyarakat, khususnya para jamaah masjid setempat.

Menurut salah satu warga yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada media mengatakan, “Susah pak kalau perjudian ini mau dihapuskan, karena prinsipnya yang penting aman apalagi yang ada di pertokoan ini karna sudah lama pak, memang pernah sempat dilakukan penangkapan satu orang, tapi yang lainnya masih bermain, kembali lagi main judi ditempat semula.

“Sama saja pak kalau main kucing-kucingan dengan oknum Polisi, artinya kalau polisi datang berhenti main, tapi kalau Polisi sudah pergi lanjut main lagi, bahkan diduga ada oknum polisi yang membandari permainan judi Togel yang ada di belakang pertokoan Oyehe Nabire,”bebernya.

“Yang bikin heran kalau Polisi datang ke pertokoan sebelumnya sudah yang membocorkan, karena para pemain judi berhenti sebelum datang petugas ditempat,” ungkapnya.

Hal senada belum lama ini diungkapkan H. Abdul Rahman salah satu tokoh Agama dan selaku Ketua Satu (1) Panitia Kesajahteraan Masjid (PKM) Baiturrahman Oyehe Nabire  kepada media mengatakan bahwa segala bentuk perjudian tidak diperbolehkan oleh setiap agama apapun yang ada di negara kita, sehingga hal itu yang menjadi dasar agar pihak aparat keamanan harus dengan tegas memberantas penyakit masyarakat khususnya perjudian yang ada di belakang pertokoan Oyehe Nabire, yang mana lokasi perjudian tersebut sangat dekat (berdampingan) dengan tempat ibadah (Masjid) dengan Pos Polisi Kota Oyehe Nabire yang diketahui hanya berbatasan dengan tembok saja,”ungkapnya.

H. Abdul Rahman menambahkan, sebenarnya kami sudah berulang kali menyampaikan kegiatan yang ada dibelakang pertokoan ini, namun sampai sekarang tidak ada perubahan.
“Mungkin dengan adanya awak Media sehingga bisa juga menjembatani penyampaian ini kepada pihak aparat keamanan, dan diharapkan pihak kepolisian untuk segera mengatasi permasalahan ini.” harapnya. (Tim).

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.