Veronica Koman Korban Sistem Pemerintahan, Kembalikan Bea Siswa

0
175
Pastor Izaak Bame, Pr
- Iklan Berita 1 -

“Veronica Koman sebenarnya sebagai korban dari sebuah sistem pemerintahan terutama “ketidakadilan” yang dialami oleh Rakyat Asli Papua”.

Penulis : Pastor Izaak Bame, Pr

SORONG, Monitorpapua.com – Pemerintah RI meminta Veronica Koman mengembalikan bea siswa waktu sekolah di Luar Negeri sebagai cara membendung ruang gerak Veronica Koman. Namun maksud itu tidak berhasil karena Veronica sanggup menggantikannya.

Menurut pengamatan saya, saya Pastor Izaak Bame, setelah mengikuti berita di pelbagai media sebagai sumber berita terkait niat baik dan tanggung jawab Veronica Koman untuk mengembalikan biaya Pemerintah Republik Indonesia saat dirinya menyelesaikan studi di Luar Negeri maka saya Pastor Izaak Bame, Pr, menyampaikan berapa hal atas berita itu.

Pertama, Veronica Koman sebenarnya sebagai korban dari sebuah sistem pemerintahan terutama “ketidakadilan” yang dialami oleh Rakyat Asli Papua. Jadi Veronica Koman sebenarnya membantu Pemerintah Indonesia untuk mengatakan bahwa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah 75 tahun usia merdekanya namun praktek kehidupan Masyarakat belum merdeka, bahkan belum bebas dari penindasan Negara Republik Indonesia melalui bawahannya.

Veronica Koman, Insert Photo : Ist

Kedua, Veronika sebenarnya mau mengatakan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa sebuah Bangsa Merdeka itu bukan sekedar bebas dari Negara yang menjajah tetapi sebuah Bangsa dikatakan Merdeka karena rakyatnya merasakan manfaat dari Kemerdekaan itu.

Rupanya menurut pengamatan Veronika Koman seorang perempuan yang punya nuraninya jernih melihat bahwa rakyat asli Papua belum mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya dari Pemerintah RI maka Veronika berani bersuara supaya Presiden, Ketua MPR-DPR, Pangab, Kapolri, Jaksa Agung, KPK, MK coba membuka mata dan telinga untuk melihat dan mendengar jeritan rakyat asli Papua yang tiap hari hak hidupnya tidak dihargai oleh pemegang kekuasaan negara.

Ketiga, Veronica Koman sebenarnya mau mengatakan kepada sesama anak bangsa dari Aceh sampai Maluku supaya tahu diri kalau datang di Tanah Papua hormatilah Manusia Papua karena manusia Papua adalah saudaramu setanah air bukan sebaliknya merasa seakan Papua ini tanah kosong ini sehingga suka-suka masuk dan merampok semua yang ada tanpa rasa bersalah dan malu.

Keempat, Dari pihak Pemerintah Republik Indonesia salah menilai pribadi Veronica Koman, seakan Veronica itu penjahat kelas berat atau sebenarnya Pemerintah Republik Indonesia mengharapkan agar Veronica Koman menyetujui perbuatan jahat negara RI kepada rakyat asli Papua. Namun harapan itu tidak terpenuhi oleh Veronica Koman maka hukumannya adalah kembalikan beasiswa dengan maksud supaya Veronica Koman tidak berdaya karena tuntutan namun fakta membuktikan lain. Sadar atau tidak sadar Veronica Koman menang telak terhadap tuntutan Pemerintah RI.

Kelima, Veronica Koman bersama rakyat asli Papua tertawa karena Presiden meminta Veronica kembalikan Beasiswa 700 juta lebih namun Pemerintah tidak sadar dan tidak malu bahwa Pemerintah RI sudah ambil dari tanah Papua itu bukan ratusan juta tapi Triliunan rupiah. Coba hitung saja : Freport, Pertamina Sorong, LG Tangguh Babo-Bintuni, kelapa sawit di seluruh Tanah Papua, Mutiara di Raja Ampat, perusahaan kayu dan pabrik semen di Manokwari..Hanya 700 juta saja diminta kembalikan. Lalu uang triliunan rupiah yang Pemerintah keruk di Tanah Papua, Pemerintah Indonesia buat bagi Rakyat Asli Papua?

Keenam, Pesan saya Pemerintah jangan membuat dirilah dimata dunia. Semoga Veronica Koman tetap bersuara bagi Rakyat Asli Papua di Australia.**

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.