Walikota Sorong: Polri berhasil Ungkap Kerugian Negara Rp 2,9 triliun dan Selamatkan Rp 2,3 triliun

0
61
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Walikota Sorong Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke 73 Tahun 2019, yang digelar di Lapangan Mapolres Sorong, Rabu, 10 Juli 2019.

Turut dihadiri Kapolres Sorong Kota Mario Christy P.S Siregar, S.Ik. MH beserta seluruh jajaran Kepolisian, Ketua DPRD Petronela Kambuaya, S.Pd M.Pd beserta Anggota, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Lintas Suku, dan tamu undangan lainnya ,
Ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri, serta sejumlah elemen masyarakat hadir dalam peringatan tersebut.

Amanat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dibacakan Walikota Sorong, menyampaikan terimakasih dan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Walikota Sorong juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras yang ditunjukkan Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat serta dalam mengupayakan penegakan hukum yang baik di Kota Sorong Provinsi Papua Barat

“Kerja keras dan pengabdian Polri, telah dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Situasi keamanan dalam negeri sepanjang tahun 2018 dan 2019 terpelihara dengan baik,”ujar Walikota.

Menurutnya, kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat masih harus dijadikan perhatian. Jenis kejahatan lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber juga membutuhkan perhatian besar dari Polri agar tidak terjadi di negara kita.

“Kejahatan yang mengganggu ketertiban sosial seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkistis harus diantisipasi. Dan kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal logging, illegal fishing dan tindak pidana korupsi harus dicegah dan diberantas,” ujarnya.

Selain itu, Polri juga telah mengungkap berbagai kejahatan, mulai dari kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, kejahatan lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang, dan kejahatan siber.

Selain pengungkapan kejahatan di atas, Polri juga mengungkap kejahatan berimplikasi kontinjensi seperti konflik sosial, kerusuhan massa, dan unjuk rasa anarkis, sampai dengan kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal logging, illegal fishing, dan tindak pidana korupsi.

“Termasuk dalam menindak 5 kejahatan tindak pidana korupsi, sepanjang tahun 2018, Polri telah berhasil mengungkap kerugian negara senilai Rp 2,9 triliun dan menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun,”jelas Lambert membacakan amanat Presiden RI.

Usai upacara, dilaksanakan pemusnahan benda sitaan/barang bukti berupa minuman berakohol atau Miras, yang dilakukan oleh Walikota, Kapolres serta tamu undangan lainnya, usai pemusnahan acara pemusnahan Miras dilanjutkan dengan acara syukuran dihalaman Mapolres.

Polri pada saat ini memiliki anggota sebanyak 446.873 personel, yang tersebar pada 34 Polda, di 34 provinsi, 461 Polres di 514 kabupaten/kota, serta 4.872 Polsek di 7.201 kecamatan. Dengan dibantu oleh tentara Republik Indonesia serta komponen-komponen bangsa lainnya maka diyakini keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga dengan baik. (Soter R/NIKO RAHAJAAN/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.