27.5 C
Sorong
Beranda Kota Sorong Papua Barat Daya Dua Bangunan Gereja Jadi Saksi Ribuan Umat Katolik Santo Yohanes Pembaptis Sorong

Dua Bangunan Gereja Jadi Saksi Ribuan Umat Katolik Santo Yohanes Pembaptis Sorong

26
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com.Dua Bangunan Gereja menjadi saksi ribuan umat Katolik Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Sorong, Papua Barat Daya merayakan Minggu Palm, bersama Vikjen Keuskupan Manokwari Sorong RD. Izaak Bame memimpin Misa Minggu Palm bertempat di lokasi Gedung Gereja Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Lantai I. Gedung Gereja yang belum selesai dibangun menjadi saksi perayaan berkumpulnya umat Katolik Klasaman untuk menerima pemberkatan daun-daun Palm.

Betapa tidak, sejak pukul 07.00 Wit., ratusan bahkan ribuan umat Katolik Santo Yohanes Pembaptis Klasaman, telah memadati ruang bangunan lantai I menunggu waktu Misa Kudus pukul 08.00 wit., Minggu, 29 Maret 2026,

Lantunan lagu koor Lingkungan Santo Mikael mengiringi perarakan masuk Imam dan putera-puteri altar bersama Prodiakon dan petugas liturgi lainnya berjalan menuju ruang bangunan Lantai I gedung gereja baru. Vikjen RD. Izaak Bame memimpin misa kudus sesuai tata perayaan liturgi gereja Katolik, kemudian memberkati daun-daun palm yang akan dibawa umat Katolik.

RD. Izaak Bame membuka perayaan Minggu Palem mengatakan salah satu perayaan penting dalam kalender liturgi Gereja Katolik adalah menandai awal Pekan Suci, yaitu minggu terakhir sebelum Paskah. Perayaan ini memperingati masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem. Yesus disambut dengan daun palem dan seruan “Hosana! oleh orang banyak.

Perarakan Minggu Palm dari Gedung Gereja Baru Menuju Gereja Lama
Perarakan Minggu Palm dari Gedung Gereja Baru Menuju Gereja Lama

Liturgi Minggu Palma menandai dua peristiwa berbeda, namun menggabungkan dua tradisi kuno Gereja dirayakan secara terpisah. Bacaan Injil (Pertama) dibacakan di gedung Gereja baru (luar gereja) sebelum perarakan dimulai.

“Bacaan Injil ini menceritakan Kemenangan Kristus saat memasuki Yerusalem dengan jaya, rakyat bersorak “Hosana!”. Fokusnya adalah pada kemuliaan Yesus sebagai Raja Damai,” ucap RD.Izaak Bame. Untuk itu, RD Izaak Bame mengajak ribuan umat Paroki melambai daun palm sewaktu mengadakan perarakan menuju ke Gereja.

Kemudian, Injil Kedua (Liturgi Sabda), dibacakan di dalam Gereja setelah bacaan-bacaan lainnya. Injil ini adalah Kisah Sengsara Tuhan (Passio). Fokusnya berubah drastis dari kejayaan menuju penderitaan, penyiksaan, dan wafat Yesus di salib. Passio tersebut dibacakan dengan khidmat oleh tiga orang lektor

“Perarakan menuju ke Gereja, ditandai dengan lambaian daun Palm yang telah diberkati, dan akan dibawa pulang sebagai tanda partisipasi dalam perayaan dan sebagai pengingat akan panggilan untuk mengikuti Kristus,” ucap RD. Izaak Bame.

Prodiakon Bertugas Minggu Palm
Prodiakon Bertugas Minggu Palm

Selanjutnya, Umat Katolik mengadakan prosesi dengan membawa daun palem yang sudah diberkati Imam, sambil mengidungkan lagu-lagu pujian kepada Allah diikuti barisan perarakan menuju Gereja.

Perarakann menuju Gereja membutuhkan waktu 20 menit mengitari jalan trotoar menuju Gereja (lama) yang ditutupi tenda-tenda karena tak mampu menampung ribuan umat Paroki.

Khotbah Vikjen Keuskupan Manokwari Sorong RD. Izaak Bame mengatakan makna Minggu Palm melambangkan kemenangan, kedamaian, dan kehidupan abadi. “Penggunaan daun palem dalam perayaan Minggu Palm mengingatkan umat Katolik tentang kemenangan Yesus atas dosa dan kematian, serta janji akan kehidupan yang abadi bagi mereka yang percaya kepada-Nya,” ujar Vikjen.

“Pada hari ini, umat Katolik membawa daun palma ke gereja sebagai simbol kemenangan dan penghormatan kepada Yesus maka ketika ditanya, apakah kalian mau sakit? Semua pasti menjawab tidak mau,” celetuk Pastor Paroki.

“Ingat, Yesus memilih jalan penderitaan karena Ia taat kepada Bapa-Nya di Surga, Ketaatan inilah yang harus dilaksanakan Yesus dengan jalan penderitaan, wafat di Salib dan bangkit mendatangankan kemenangan serta kemuliaan Allah,” ucap RD.Izaak Bame

(Laurent R, Siska Gurning).

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini