28 C
Sorong
Beranda Papua Barat Daya Etika dan Moral Pembahasan Menarik Kalangan Mahasiswa Keperawatan STIKES Papua

Etika dan Moral Pembahasan Menarik Kalangan Mahasiswa Keperawatan STIKES Papua

75
Nilai-nilai universal agama-agama memiliki peran penting dalam profesi keperawatan
Nilai-nilai universal agama-agama memiliki peran penting dalam profesi keperawatan
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com.- Etika dan Moral tidak hanya terdengar dalam ruang publik saja, tetapi sangat laris terdengar di kalangan mahasiswa ilmiah yang sedang kuliah kerap menjadi diskusi hangat. Di luar kalangan intelektual pun sering disinggung tentang etika, etis dan moral. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua (STIKES Papua) Sorong mendalami ilmu-ilmu kesehatan tak telepas dari ilmu agama, Etika dan Moral sebagai landasan yang kuat mencetak sarjana Keperawatan yang profesional di bidangnya.

Mahasiswa Katolik Stikes Papua Sorong semester II Program Studi Keperawatan
Mahasiswa Katolik Stikes Papua Sorong semester II Program Studi Keperawatan

Nilai-nilai universal agama-agama memiliki peran penting dalam profesi keperawatan. Salah satunya membentuk etika, moral, dan perilaku perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Nilai-nilai agama seperti kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan,  menjadi landasan dalam menjalankan tugas keperawatan, sekaligus memastikan pelayanan yang holistik dan bermartabat bagi setiap individu yang membutuhkan.

Demikian dikatakan Laurentius Reresi, S.S., M.M., Dosen Pengampu matakuliah Pendidikan Agama Katolik di Kampus STIKES Papua Sorong. Menurutnya, Peran nilai agama dalam profesi keperawatan seperti Etika dan Moral patut mendapat perhatian dari kampus untuk memberikan pengetahuan yang baik bagi mahasiswa. Pasalnya, Pendidikan Agama juga memberikan pedoman etika dan moral yang kuat bagi perawat dalam menjalankan tugasnya. Nilai-nilai agama seperti Kasih Sayang, Kejujuran, dan tanggung jawab menjadi dasar dalam tugas dan pelayanan yang terbaik kepada pasien, tanpa memandang latar belakang.

Etika adalah nilai moral dan norma yang menjadi pedoman baik bagi individu maupun suatu kelompok dalam mengatur tindakan atau perilaku.  Pengertian ini juga disebut sebagai sistem nilai dalam hidup manusia baik perorangan maupun bermasyarakat. Etika juga berarti ilmu mengenaik baik buruknya manusia (moral). Etika juga diartikan sebagai kumpulan nilai moral dan asas (kode etik)

Sedangkan Moral, secara Etimologi Moral berasal dari bahasa Latin mos (jamak: mores) yang berarti kebiasaan, adat. Kata “mos” (mores) dalam bahasa Latin sama artinya dengan etos dalam bahasa Yunani. Di dalam bahasa Indonesia, kata moral diterjemahkan dengan “aturan kesusilaan” ataupun suatu istilah yang digunakan untuk menentukan sebuah batas-batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau batasan perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik maupun buruk. kata ‘moral’ sering disamakan dengan kata ‘etika’, karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti kebiasaan, adat.

Adriyana Sebenan, Emelda Trivonia Susure, Ofri Maria K, Monika Klarisa Toker, Margareta R.N. Uje, Jhon Mandesi, Elisabeth O. Patty dan Aprilea Rahangiar.
Mahasiswa yang hadir kuliah: Adriyana Sebenan, Emelda Trivonia Susure, Ofri Maria K, Monika Klarisa Toker, Margareta R.N. Uje, Jhon Mandesi, Elisabeth O. Patty dan Aprilea Rahangiar.

Moral itu sendiri dapat diartikan sebagai: nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Di samping itu, terdapat kata yang berhubungan dengan moral yang merupakan kata berimbuhan yang berasal dari kata ‘moral’, yaitu ‘moralitas’. ‘Moralitas’ adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Jadi, Moralitas suatu perbuatan artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut.

Selain etika dan Moral, mahasiswa juga mendapat pendidikan agama yang mengajarkan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam bekerja. Perawat yang berpegang pada nilai-nilai agama akan cenderung lebih bertanggung jawab, jujur, dan dapat dipercaya dalam menjalankan tugasnya.

Nilai-nilai agama dapat memberikan motivasi dan semangat bagi perawat untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan pelayanan terbaik. Agama juga mengajarkan pentingnya bersyukur dan beribadah, yang dapat meningkatkan kepuasan kerja dan kesejahteraan perawat,” jelas Dosen Pengampu Pendidikan Agama Katolik.

Mahasiswa Katolik Stikes Papua Sorong semester II Program Studi Keperawatan, hari ini, Sabtu 21 Juni  mendapat pengajaran dari Dosen Penyuluh Laurentius Reresi, terkait tema yang diminta dari kampus yakni Nilai-Nilai Agama dan Pelayanan Kesehatan. Dasar pengajaran mengacu pada Ajaran Sosial Gereja dari Ensiklik Rerum Novarum dari Paus Leo XIII. Nama mereka mahasiswa Katolik Progdi Keperawatan ini, sudah terdengar di kalangan kampus dan tidak asing di telinga khalayak ramai. Mereka adalah Adriyana Sebenan, Emelda Trivonia Susure, Ofri Maria K, Monika Klarisa Toker, Margareta R.N. Uje, Jhon Mandesi, Elisabeth O. Patty dan Aprilea Rahangiar. Sedangkan enam mahasiswa lainnya tidak hadir dalam perkuliahan.

Mahasiswa yang hadir terus menyiapkan diri untuk mengemban tugas penting dalam rantai kesehatan. Para mahasiswa calon perawat ini juga dituntut mengembangkan sikap, etika dan moral yang baik di bangku kuliah maupun dalam keluarga serta ketika bertemu dengan klien. Karena dalam praktiknya, perawat akan mengasuh klien, merawat klien, membimbing klien dalam segi bio-psiko-sosiokultural dan spiritual.

Dalam pengajaran kali ini, mereka mendapat pendidikan agama Katolik yang baik dari dosen pembimbing agar mampu memadukan ilmu dan praktiknya supaya dapat mencapai sarjana Keperawatan yang professional di bidangnya. Tak hanya itu, para mahaswa Progdi Keperawatan ini harus mampu meningkatkan nilai-nilai rohani spiritual sebagai syarat perkuliahan di Kampus STIKES Papua. Mereka pun mempelajari nilai-nilai universal agama lain yang diyakini di Indonesia yakni Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Perawat yang berpegang pada nilai-nilai agama akan cenderung lebih bertanggung jawab, jujur
Perawat yang berpegang pada nilai-nilai agama akan cenderung lebih bertanggung jawab, jujur

Dalam pengajaran dan penyuluhan, mereka mulai mengerti bahwa agama memberikan pedoman etika dan moral yang kuat bagi perawat dalam menjalankan tugasnya. Nilai-nilai agama seperti kasih sayang, keikhlasan, dan kejujuran menjadi dasar dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien, tanpa memandang latar belakang.

Mahasiswa Stikes Progdi Keperawatan juga memahami bahwa agama dapat menjadi sumber kekuatan spiritual bagi perawat dan pasien, terutama dalam menghadapi situasi sulit atau krisis kesehatan. Keyakinan agama dapat memberikan ketenangan, harapan, dan motivasi dalam proses penyembuhan.

Nilai-nilai agama (agama Katolik) mendorong perawat untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh, tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Hal ini sejalan dengan konsep perawatan holistik yang memperhatikan kebutuhan seluruh aspek diri pasien.

Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama, mahasiswa Katolik Progdi Keperawatan dapat menjalankan profesinya dengan lebih bermakna dan memberikan dampak positif bagi pasien dan masyarakat termasuk keluarga mereka masing-masing. (Laurent Reresi)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini