IWO Sumsel Minta Kepolisan Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Wartawan

0
38

PALEMBANG, Monitorpapua.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Selatan mendesak Kepolisian segera menangkap sekelompok orang yang diduga pihak keamanan (PK) PT Lintang yang bertindak secara biadab dengan menabrak dan mengeroyok seorang wartawan media Online di Banyuasin saat sedang melakukan peliputan pada Minggu (8/03).

Ketua IWO Sumsel, Sonny Kushardian, mengatakan pihaknya sangat mengecam aksi kekerasan dan pengeroyokan yang sangat biadab terhadap Deni Irawan (ir) salah satu wartawan dari media online adaberitanet.com yang sedang melakukan peliputan penambangan pasir di Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kab. Banyuasin. Guna melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir dua tahun.

“Kami menuntut pihak Kepolisian RI bisa bekerja optimal untuk menciptakan rasa aman pada warga Banyuasin, utamanya kalangan Jurnalis karena dalam melaksanakan tugasnya wartawan dilindungi hukum yakni UU no 40 Tahun 1999. Jadi untuk itu kami meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap wartawan dan mengusut tuntas kejadian tersebut. Bila tidak mampu, kami secara terbuka akan menyatakan mosi tidak percaya pada Kapolda Sumsel,” tegas Sonny.

Sonny menjelaskan pihaknya saat ini bersama tim investigasi segera melakukan pendampingan hukum terkait kejadian ini, karena korban Deni Irawan saat ini tercatat sebagai anggota IWO di Sumsel.

“Denni Irawan (korban) tercatat sebagai salah satu anggota IWO di Sumsel maka melalu Biro Hukum IWO Sumsel segera melakukan pendampingan Hukum terhadap yang bersangkutan,” tegasnya.

Kejadian bermula saat Deni Irawan (IR) salah satu wartawan dari media adaberitanet.com sedang melakukan peliputan di lokasi penambangan pasir Desa Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, melakukan investigasi terkait keluhan masyarakat hampir dua tahun adanya penambangan pasir di desa namun tidak jelas kontribusinya seperti apa ke masyarakat.

“Menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Lebung terkait adanya aktifitas penambangan pasir hampir dua tahun ini berlangsung tidak jelas kemana kontribusinya ke desa, namun setibanya di Dusun Gemanpo, Desa Rantau Harapan saat sedang mengambil gambar dari atas perahu datang Speedboat dengan kecepatan tinggi menabrak perahu yang saya naiki,” terang IR kepada media, Minggu (8/3/2020).

Akibat benturan dengan speedboat tersebut sambung IR terpental ke sungai, untung handphone tidak terlepas dari tangan, tidak cukup di situ pelaku lebih kurang enam orang secara biadab membabi buta langsung mengeroyok, memukul, menendang berkali.

“Saya berusaha berpegangan di ujung perahu, melihat saya masih memegang Handphone (Hp) beberapa pelaku langsung memukul dengan mengunakan besi behel bergagang bambu berkali – kali ke katangan kiri Saya, sampai hp saya terlepas masuk ke dalam sungai,” jelas IR sambil meringis kesakitan seusai dilakukan penanganan medis di klinik Revalisa Pangkalan Balai.

Atas kejadian tersebut IR mengalami luka robek jari tangan tangan sebelah kiri, lembam di kepala bagian kiri, ngilu di bagian bahu sebelah kiri dan telah melaporkan kejadian tersebut ke SPK Mapolres Banyuasin. berharap pelaku dapat ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. (RED-MP/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.