Jembatan Penghubung Terjal Menakutkan

0
1517
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Pembangunan Jembatan penghubung di jalan Sungai Maruni km 10 sangat terjal dan menakutkan pengendara roda dua dan roda empat. Betapa tidak, bangunan jembatan di jalan sungai Maruni km 10 itu diduga tidak mengikuti konstruksi pembangunan sebuah jembatan. Pada hal jembatan tersebut selalu dilewati para Wakil Rakyat terhormat di Kota Sorong.

Sumber terpercaya dari Salah Satu Dinas menyebutkan jembatan itu perlu diperbaiki agar tidak membahayakan semua pengendara baik roda dua dan roda empat termasuk pejalan kaki. “Bangunan jembatan itu sudah bagus hanya belum mengikuti konstruksi,” terang Sumber Terpercaya.

“Jembatan penghubung masuk ke kantor DPRD kota Sorong kondisinya memprihatinkan karena tidak sesuai konstruksinya bahkan terlalu tinggi dengan badan jalan,” jelas sumber terpercaya kepada media yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Ditambahkan, pengendara roda empat dan roda dua susah sekali melintasi area itu. Apalagi mobil yang bempernya rendah pasti kandas di bahu aspal atau kandas di tanjakan badan jalan jembatan, belum lagi suasana hujan membuat sulitnya kendaraan roda empat melintasi jalur itu karena licin. Bahkan pengendara sulit melanjutkan perjalanan menaiki area itu. “Kalau hendak melintasi jalur itu seperti naik gunung, seharusnya jembatan itu pada posisi di atas harus datar, bukan menukik. Ini saran saja untuk kelanjutan hidup dan keselamatan semu orang banyak yang melintasi jalur itu,” ucap Sumber.

Pantauan wartawan, anehnya jembatan ini mirip jembatan yang berada pada posisi jalan PAM depan jalur utama supermarket Jupiter kota Sorong. Salah satu pengendara yang ditemui wartawan mengatakan jembatan itu kurang pas. “Masyarakat yang melintasi jalur itu susah dan terjal atau terlalu tinggi,” terang Anton.

Jadi dinas PU kota dan pihak terkait harus mengontrol pembangunan jembatan dan jalan. Bukan sekedar membangun dan pergi begitu saja. Seharusnya membangun jembatan model itu seharusnya membangun jembatan ini harus nya datar bukan menonjol,” ungkap Anton pengendara roda dua. Hati-hati melintasi jalur tersebut. Wartawan Monitorpapua sudah berusaha menemui narasumber di Dinas Pekerjaan Umum Kota Sorong waktu lalu, namun belum bisa bertemu. (J.Girsang/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.