Kepala Kantor Kemenag Kota Sorong Bersama Pastor Zeptto, Membimbing Keluarga Katolik ‘Jatuh Cinta’

44

SORONG, Monitorpapua.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, Rofiul Amri, M.Pd.I., membuka secara resmi Pelaksanaan Pembinaan Bimbingan Keluarga Katolik di Aula Paroki Emaus HBM Kota Sorong, didampingi Kepala Seksi Bimas Katolik Ledy Yuliet Yudit Ohoilulin dan Kasubag TU Kantor Kemenag Kota Sorong. Dihadiri para Kepala Seksi dan Penyelenggara Kantor Kemenag Kota Sorong, Pastor Triffon Pollii sebagai Narasumber kegiatan tersebut, para ASN dan PPNPN Bimas Katolik serta seluruh peserta pasangan suami isteri dari paroki-paroki yang ada di Kota Sorong. Sebagai umat beragama patutlah kita mengucap syukur kepada Allah atas bimbingan-Nya, kita semua bisa berkumpul di tempat ini dalam rangka pembinaan keluarga bahagian, Selasa, 21 Mei 2024.

Rofiul Amri lebih lanjut mengatakan, Keluarga adalah fondasi utama. Dari keluarga terbentuklah RT-RW, masyarakat dan dunia. Keluarga memiliki peran sangat strategis bagi Negara dan Bangsa. Jika keluarga kacau maka muncul ketidakharmonisan dalam keluarga maka sangat berpengaruh bagi tetangga sekitarnya, RT-RW sampai pada berbangsa dan bernegara,” terang Amri.

Kepala Kantor Kemenag memberi pemahaman terkait “Cinta”. Orang yang jatuh cinta selalu mencari kelebihan pasangannya. Cinta yang ada dalam dirinya adalah kebaikan dirinya. Namun kalau orang jatuh cinta lalu tidak sungguh-sungguh mencintai pasangannya maka muncul saling bermusuhan, saling menjelekkan satu sama lain.

“Kasih sayang lebih dari sekedar cinta. Ingat, keluarga adalah tempat mencari Tuhan. Keluarga merupakan sekolah utama mengenal Tuhan. Kalau suami-isteri tidak mengenal Tuhan, bagaimana bisa mengajar kepada anak-anaknya tentang Tuhan. Bagaiaman menjaga keharmonisan dalam keluarga kalau tidak mengenal Tuhan?,” tanya Rofiul Amri kepada para peserta. Kita memiliki pengetahuan, tetapi kalau kita tidak memiliki ‘Kasih’ maka hidup kita tak berguna.

Lebih lanjut kata Rofiul Amri, dalam ajaran Gereja Katolik perkawinan itu suci, apa yang sudah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Cantik bisa berubah, Misalnya, seperti kapal di tengah laut diterpah badai, angin, gelombang. Ada hujan, petir, bisa saja kapal tenggelam diterpa badai, namun karena suami-isteri saling menyanyangi maka kapal tersebut bisa menepih di pinggir pantai atau pulau-pulau kecil untuk merengungi perjalanan hidup, kemudian berlayar lagi.

Rofiul Amri mengarahkan para peserta pasutri ini agar terus mencintai dan menyayangi pasangannya. Ingat, bisa ada masalah keluarga, jangan curhat ke mertua, jangan curhat ke mantan pacar. Itu bukan tujuan berkeluarga.

“Bila ada masalah, mintalah nasihat kepada Pastor. Ingat setiap masalah pasti ada kunci untuk selesaikannya. Dengan demikian, tujuan untuk menjaga keharmonisan berkeluarga bisa tercapai.

Cinta itu dirawat seperti pohon mangga yang tumbuh depan rumah, diberi pupuk, dan dipagari supaya tidak ada yang mengambilnya. Perkawinan juga seperti itu, pasangan suami-isteri saling menjaga. Bapak bekerja, Ibu merawat. Cinta harus dirawat dan dipupuk dengan kasih saying,” terang Kepala Kantor

“Terima kasih kepada Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Sorong yang mengadakan kegiatan untuk pasangan suami-isteri Katolik.

Terimakasih juga kepada Pastor Zepto Triffon Pollii yang bersedia menjadi Narasumber,” ucap Kepala Kantor Kemenag sekaligus menutup sambutannya dengan memukul tifa sebanyak 5 kali melambangkan 5 nilai budaya kerja Kementerian Agama, yakni Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan,”tutup Amri (Laurent Reresi)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini