27.6 C
Sorong
Beranda Ragam Info Lapas Kaimana dan Kota Sorong: Transfigurasi Tuhan, Jalan Keselamatan

Lapas Kaimana dan Kota Sorong: Transfigurasi Tuhan, Jalan Keselamatan

52
Lapas Kaimana dan Sorong: Mendengarkan Tuhan, Jalan Keselamatan
Lapas Kaimana dan Sorong: Mendengarkan Tuhan, Jalan Keselamatan
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com. Penyuluh Agama Katolik dari Kantor Kementerian Agama Kaimana dan Penyuluh Agama Katolik  dari Kantor Kementerian Agama Kota Sorong  melaksanakan tugas Penyuluhan di dua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berbeda, Minggu, 1 Maret 2026.

Vikjen Keuskupan Manokwari Sorong, RD. Izaak Bame
Vikjen Keuskupan Manokwari Sorong, RD. Izaak Bame

Kota Sorong Misa kudus di Lembaga Pemasyarakatan dipimpin Vikjen Keuskupan Manokwari Sorong, RD. Izaak Bame, didamping Penyuluh Agama Katolik, Laurentius Reresi. Sedangkan di Kota Kaimana Ibadah Sabda dipimpin Biarawati Ordo Karmel, Sr. Pina, O.Carm., didamping Penyuluh Agama Katolik Hermansius Jorsen.

Dalam khotbah, RD Izaak Bame, mengajak warga binaan untuk memasuki Minggu Prapaskah II dan Liturgi kita menuju Kemuliaan Tuhan. Bacaan Injil Matius 17:1-9 tentang Transfigurasi atau Perubahan Rupa Yesus di atas gunung dan kemuliaan-Nya tampak kepada murid-murid-Nya (Petrus, Yakobus dan Yohanes). “Transfigurasi terjadi saat Yesus mulai memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa ia harus menderita. Di tengah kebingungan, Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes ke gunung yang tinggi untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya yang sejati. Transfigurasi menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang Mulia dan memiliki kuasa.

Dari dalam awan itu terdengar suara berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia !”. Terdengar suara Bapa dari dalam awan “Dengarkanlah Dia”. Pastor Izaak Bame berpesan kepada para warga Lapas, saat ini teknologi sangat maju banyak hal ditawarkan kepada kita, banyak anak bermain handphone dan tak lagi mendengar kata-kata orangtuanya maka muncul kegelisahan dan keluhan orangtuanya. Ada banyak hal yang membuat kita tak lagi mendengar nasihat orangtua. Ada banyak hal yang membuat kita tidak mendengar nasihat pembina Lapas. Tuhan mengajak kita untuk mendengar nasihat agar menuju kepada kebahagiaan sejati,” ucap RD. Izaak Bame.

“Jika kita tidak waspada maka kita juga tidak lagi mendengar suara Tuhan yang sedang menuntun kita ke arah kebahagiaan sejati, kebahagiaan yang melampaui tawaran dunia. Kiranya kita sadar dan terus berjuang untuk mendengar suara Tuhan. Medengarkan Dia berarti bersama-Nya melepaskan segala yang ditawarkan dunia, melewati penyangkalan diri, Jalan Salib dan penderitaan sampai akhir. Kita diminta Bapa di Surga untuk mendengarkan Yesus Putera Allah yang dikasihi-Nya, Sang Sabda menjadi manusia,” terang RD. Izaak Bame.

Biarawati Ordo Karmel, Sr. Pina, O.Carm
Biarawati Ordo Karmel, Sr. Pina, O.Carm

Biarawati Ordo Karmel, Sr. Pina, O.Carm., mengingatkan warga Lapas, bahwa Petrus, Yakobus dan Yohanes merasa sangat bahagia berada di puncak gunung bersama Yesus. Tentu saja mereka ingin terus menikmati kebahagiaan itu, kalau bisa selamanya. Namun Bapa di Surga mengingatkan para murid untuk mendengarkan Putera yang dikasihi-Nya, yakni Yesus Tuhan kita. “Mendengarkan Yesus artinya bersama-Nya turun dari puncak gunung untuk bersama-Nya mendaki gunung yang lain, yaitu menuju Puncak Golgota.

Penyuluh Kaimana
Penyuluh Kaimana

Kemudian dilanjutkan Misa Kudus di Lapas Kelas II B Sorong dipimpin RD. Izaak Bame. Hadir para warga Lapas Kota Sorong, baik kaum pria maupun kaum wanita.

Penyuluh Kota Sorong
Penyuluh Kota Sorong

Sedangkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 3 Kaimana dihadiri anak-anak Remaja. Usai Misa Kudus, Para Penyuluh melaksanakan tugas Penyuluhan untuk warga Lapas. (Hermansius, Laurent R)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini