31.1 C
Sorong
Beranda Rohani Aparatur Sipil Negara Diutus Membawa Warta Sukacita

Aparatur Sipil Negara Diutus Membawa Warta Sukacita

14
Aparatur Sipil Negara atau "ASN diutus membawa warta sukacita", demikian tema renungan Bimas Katolik, Kantor Kementerian Agama Kota Sorong
Aparatur Sipil Negara atau "ASN diutus membawa warta sukacita", demikian tema renungan Bimas Katolik, Kantor Kementerian Agama Kota Sorong
- Iklan Berita 1 -

SORONG-PBD, Monitorpapua.com.- Aparatur Sipil Negara atau “ASN diutus membawa warta sukacita”, demikian tema renungan Ibadah Bimas Katolik, Kantor Kementerian Agama Kota Sorong yang dibawakan Penyuluh Agama Katolik Laurentius Reresi membuka pekan baru dalam Ibadah bersama para ASN, di ruang Bimas Katolik, Senin (30/8)

“Kita diutus membawa Warta Sukacita atau Kabar Gembira kepada semua orang yang merindukan keselamatan. Para Aparatur Sipil Negara di Kantor Kementerian Agama Kota Sorong juga mendapat tugas penting yakni Diutus membawa kabar baik kepada sesama dengan penuh sukacita,” ajaknya pada pembuka ibadah.

Renungan singkat, Penyuluh mengatakan dalam Injil Lukas 4:16-30, kita menyaksikan Yesus kembali ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Pada hari Sabat, Ia masuk ke rumah ibadat dan membaca Kitab Nabi Yesaya:

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh karena Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan…”

Sabda ini bukan sekadar kalimat sejarah, melainkan pernyataan pengutusan dan identitas Yesus sebagai Mesias. Namun, tanggapan warga Nazaret mengingatkan kita betapa sulitnya mereka menerima kebenaran karena hati mereka tertutup oleh ketidakmampuan mengenal Mesias. Mereka ragu, rapsa kenal yang dangkal sehingga tidak mampu membawa kabar sukacita dari Yesus kepada orang lain.

Ada tiga hal penting yang dapat kita renungkan dari perikop ini:

Pencurahan Roh Tuhan dan Pengutusan
Yesus menegaskan bahwa Roh Tuhan yang ada pada-Nya memberikan rahmat untuk bertindak.

Dalam Gereja Katolik, Sakramen Inisiasi adalah tiga sakramen dasar yang meletakkan fondasi bagi seluruh kehidupan Kristiani menerima Roh Kudus. Melalui ketiga sakramen ini, seseorang diterima secara penuh menjadi anggota Gereja dan menyatukan hidupnya dengan Kristus.

Maka ketika seorang warga Katolik yang telah menerima Sakramen Penguatan (Krisma) ia harus siap menjadi Saksi Kristus.

Sakramen Penguatan atau Sakramen Krisma menyempurnakan rahmat pembaptisan melalui penuangan Kepenuhan Roh Kudus. Sakramen ini menguatkan orang beriman agar menjadi saksi Kristus yang dewasa, berani membela iman, dan aktif terlibat dalam misi Gereja.
Simbol Utama: Penumpangan tangan oleh Uskup dan pengurapan dengan Minyak Krisma di dahi dengan kata-kata: “Terimalah karunia Roh Kudus.”

Sebagai ASN Bimas Katolik, Pengurapan Roh Kudus tidak pernah berhenti pada pengalaman spiritual pribadi, melainkan selalu berbuah pada tindakan pengutusan: melayani yang miskin, membebaskan yang terikat, menyembuhkan yang terpuruk, dan menyatakan rahmat Tuhan telah ada. Melalui Sakramen Pembaptisan dan Penguatan, kita pun telah menerima Roh yang sama.

Penyuluh Agama Katolik
Penyuluh Agama Katolik

Bahaya Menolak Kebenaran:
Warga Nazaret takjub pada awalnya, tetapi kemudian mereka menolak-Nya hanya karena mereka mengenal latar belakang fisik Yesus: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Sering kali kita juga gagal melihat karya Tuhan dalam kehidupan sehari-hari karena kita terlalu terbiasa, sombong, atau mengotakkan bagaimana cara Tuhan seharusnya bekerja. .

Kita kerap menolak warta kebenaran hanya karena warta itu datang dari orang-orang di sekitar kita yang kita anggap “biasa”.
Keberanian Melangkah dalam Rahmat
Ketika ditolak bahkan diancam hendak dilemparkan dari tebing, Yesus tidak membalas dengan kemarahan. Ia “berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”

Ini mengajarkan kita agar tetap fokus pada perutusan Tuhan, tanpa membiarkan penolakan atau cemoohan menghentikan langkah kita dalam mewartakan kasih dan kebaikan.

Ingatlah, Roh Tuhan yang diurapkan kepada Yesus adalah Roh yang sama yang tinggal di dalam hati kita saat ini. Kita diutus bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi mereka yang terluka, tertindas, dan membutuhkan pengharapan.

Mari kita membuka hati agar tidak seperti warga Nazaret yang tertutup oleh prasangka. Semoga Roh Kudus memampukan kita untuk berani melangkah, membawa kabar baik, dan menjadi pembawa damai Kristus di mana pun kita berada. Selamat berkarya. (Laurent R)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini