Tangisan Suci Membahana di Bawah Kaki Salib Yesus ‘Sudah Selesai’
SORONG, Monitorpapua.com.– Tablo Kisah Sengsara Kristus ‘Sudah Selesai’ Bangkitkan Penghayatan Iman Umat Paroki Sto Yohanes Pembaptis Klasaman Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Tablo yang diperankan Orang Muda Katolik (OMK) Salib Suci menampilkan adegan perjalanan Yesus menuju puncak Golgota. Peristiwa ini dimulai dari memanggul salib, jatuh di tengah jalan, hingga dikelilingi para pengikut yang berduka, seluruh adegan disajikan dramatis dan menyentuh hati umat Paroki Santo Yohanes Pembaptis, disaksikan ribuan umat pada Ibadah Jumat Agung. Tampak Gereja penuh sesak, bahkan semua tenda dan aula Paroki tak mampu menampung ribuan umat Paroki, (3/4)
Meskipun demikian, dengan khusuk ribuan umat Katolik Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Kota Sorong mengikuti jalannya pementasan penuh penghayatan. Sejumlah umat terlihat terdiam menundukkan kepala dalam doa, sedangkan umat lainnya larut dalam suasana haru saat adegan penyaliban diperagakan oleh OMK Salib Suci yang didukung dengan suara merdu koorsponsor dari Lingkungan Santo Bernadus dengan nuansa sedih menghantar umat menghayati kisah sengsara Tuhan.
Tersentak hati ribuan Umat Katolik di Paroki Santo Yohanes Pembaptis mengenang peristiwa penyaliban Yesus 2000 tahun sungguh-sungguh diperagakan Orang Muda Katolik Salib Suci.

Tangisan Suci Orang Muda Katolik di bawah kaki Salib Yesus membahana membuat orangtua hingga anak-anak bahkan ribuan Umat Katolik yang berhimpun di bawah Kaki Salib Yesus tertunduk dan mengalir airmata kesedihan karena merasakan perjuangan Yesus memikul Salib ke puncak Golgota. Tablo ini mengenangkan kisah Sengsara dan Wafat Yesus Kristus.
Tablo Jumat Agung ini dimulai pukul 15.15. Wit dengan melibatkan 25 OMK Salib Suci. Mereka terlibat dengan berbagai peran sesuai Kitab Suci, yakni Yesus Kristus sebagai Tokoh Sentral, Bunda Maria Ibu Yesus, para murid Yesus, Yudas Iskariot yang menjual Tuhan Yesus, Petrus yang menyangkal Yesus, wanita-wanita yang setia mengikuti Yesus, para Ahli Taurat dan orang-orang Yahudi, Penguasa Pontius Pilatus serta para prajurit Romawi dan orang banyak.

Tampak sangat elegan dan sedih karena masing-masing orang muda mengambil perannya membawa umat merasakan kisah sengsara dan wafat Yesus Kritus serta merenungkannya pada hari Jumat Agung ini 3 April 2026.
Tomy berperan sebagai Yesus benar-benar menghayati Kisah Sengsara Yesus. Badannya terasa sakit karena dicambuk para prajurit Romawi. Namun tidak sebanding dengan penderitaan Yesus Kristus sampai Wafat di Salib, kenang Tomy usai memainkan Tablo tersebut berterimakasih karena Umat Katolik mampu mendalami kisah penyaliban Yesus Kristus.
Pastor Paroki RD. Izaak Bame sangat terharu menyaksikan peristiwa penyaliban Yesus yang diperankan Orang Muda Katolik Salib Suci Paroki Santo Yohanes Pembaptis Kota Sorong.
Dalam homili singkat Pastor Izaak Bame mengajak umat mengenang sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus. Pada hari ini, tidak ada perayaan Ekaristi (Misa), karena altar dibiarkan kosong sebagai tanda berkabung dunia atas wafat Sang Mempelai. Injil Hari Ini: Yohanes 18:1 – 19:42 (Kisah Sengsara)

“Sudah Selesai”
Pastor Izaak Bame dalam homilinya mengatakan Injil Yohanes menampilkan Yesus bukan sebagai korban yang malang, melainkan sebagai Raja yang berdaulat. Ia melangkah ke Salib dengan penuh kesadaran dan ketaatan. Dari atas Salib, Ia memberikan Ibu-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya, dan sebelum menyerahkan nyawa-Nya, Ia berseru: “Sudah Selesai” (Consummatum est). Tugas penebusan telah genap. Cinta telah menang.
“Sudah Selesai” adalah Cinta sampai Tuntas. Yesus tidak berhenti di tengah jalan. Meskipun diolok-olok, disiksa, dan ditinggalkan, Ia menuntaskan misi-Nya. Salib adalah bukti bahwa Allah tidak pernah setengah-setengah mencintai manusia.
Bagi dunia, Salib adalah kegagalan dan kutukan. Namun bagi kita orang Katolik, Salib adalah tahta kemuliaan. Di atas Salib, Yesus menghancurkan kuasa dosa dengan pengampunan (“Bapa, ampunilah mereka…”). Jumat Agung mengajarkan kita bahwa penderitaan yang disatukan dengan kasih Tuhan akan selalu membawa keselamatan.
Injil Yohanes mencatat bahwa Maria dan murid yang dikasihi-Nya berdiri di kaki salib. Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk menolong Yesus secara fisik, tetapi kehadiran mereka di sana adalah segalanya. Kadang, Tuhan hanya meminta kita untuk hadir dan setia di samping mereka yang sedang memanggul salib penderitaan. Itulah Salib Tuhan
Ia menambahkan, Jumat Agung menjadi momentum bagi umat untuk memahami bahwa kasih sejati selalu mengandung pengorbanan dan kesetiaan. “Di salib itulah cinta Tuhan semakin nyata,” ucap RD. Izaak Bame
Pastor Paroki Izaak Bame mengapresiasi kreativitas OMK Salib Suci Paroki Santo Pembaptis, sungguh-sungguh menghayati perannya masing-masing dan berhasil mementaskan Tablo Jumat Agung. Menurutnya, anak-anak muda ini telah menunjukkan peran terbaik sehingga umat bisa menghayati suasana Jumat Agung.

Tablo Jumat Agung ini juga, memberi pesan yang berarti kepada umat agar sungguh-sungguh belajar dari Yesus, yakni rela berkorban dan total memberikan diri untuk orang lain menjadikan Yesus Tokoh Sentral dalam hidup.
“Yesus sudah memberikan dirinya secara total. Darah-Nya mengalir dari Kayu Salib Suci. Maka kita pun dituntut memberikan diri secara total kepada sesama dengan menunjukkan sikap rela berkorban, melayani dan bukan dilayani, peduli dan adil baik di lingkungan Gereja, masyarakat, bangsa dan negara,” harap Vikjen KMS. (Laurent & Siska Gurning)










