31.1 C
Sorong
Beranda Daerah Warga Sorong Bertahan Hidup Mengkonsumsi Endapan Air Rawa dan Lubang Galian Alat...

Warga Sorong Bertahan Hidup Mengkonsumsi Endapan Air Rawa dan Lubang Galian Alat Berat

7
Warga Sorong Bertahan Hidup Mengkonsumsi Endapan Air Rawa dan Lubang Galian Alat Berat
Warga Sorong Bertahan Hidup Mengkonsumsi Endapan Air Rawa dan Lubang Galian Alat Berat
- Iklan Berita 1 -

SORONG-PBD, Monitorpapua.com.- Warga Sorong Bertahan hidup mengkonsumsi endapan air rawa dan lubang galian alat berat.  Dampak kemarau panjang membuat warga kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya, Kampung Warmon Kokoda, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, terus bertahan hidup dengan mengonsumsi air dari endapan rawa dan lubang galian alat berat yang tercampur lumpur dan berminyak.

Selama ini, masyarakat setempat sepenuhnya bergantung pada air hujan untuk memenuhi kebutuhan domestik mereka. Kini memaksa sejumlah warga mencari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kamsila Kasira, salah satu ibu rumah tangga di Kampung Warmon Kokoda, mengaku tidak memiliki pilihan lain di tengah situasi krisis ini. Faktor ekonomi menghimpit keluarga membuat dirinya dan warga lain tidak mampu membeli air bersih dari tangki swasta secara terus-menerus.

Akibat ketiadaan hujan selama beberapa bulan terakhir, cadangan air bersih warga telah habis total. Untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, hingga air minum, warga kini terpaksa memanfaatkan air dari kubangan yang tidak higienis.

“Kami ambil air dari bekas galian alat berat untuk kami pakai mandi, cuci beras, masak, untuk minum juga,” ungkap Kamsila dengan nada pasrah saat ditemui di lokasi, Rabu (25/8).

warga Kampung Warmon Kokoda masih menantikan adanya bantuan armada distribusi air bersih dari pemerintah daerah maupun instansi terkait
Warga Kampung Warmon Kokoda masih menantikan adanya bantuan armada distribusi air bersih dari pemerintah daerah maupun instansi terkait

Kondisi air yang keruh, berbau, dan berisiko bagi kesehatan terpaksa diabaikan demi menyambung hidup keluarga sehari-hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, kubangan air bekas galian alat berat tersebut terlihat berwarna kecokelatan dan terbuka bebas sehingga rentan tercemar bakteri.

Kamsila mewakili suara seluruh warga Warmon Kokoda sangat berharap adanya perhatian dan tindakan nyata berupa bantuan kedaruratan dari pemerintah daerah setempat. Mereka meminta pasokan air bersih segera didistribusikan ke permukiman mereka yang mulai dilanda krisis kemanusiaan ini.

“Kalau bisa pemerintah tolong bantu kami masyarakat ini kah untuk salurkan air bersih. Kalau kami tidak ada uang, kami terpaksa minum air kolam itu,” keluh Kamsila sambil menunjuk ke arah genangan air rawa.

Hingga berita ini diterbitkan, warga Kampung Warmon Kokoda masih menantikan adanya bantuan armada distribusi air bersih dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Krisis yang berlarut-larut ini dikhawatirkan dapat memicu wabah penyakit pencernaan dan kulit, terutama pada anak-anak di kampung tersebut. (Mel, Soter)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini