Massa merusak dan membakar Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Keerom

0
532
- Iklan Berita 1 -

KEEROM, Monitorpapua.com – Massa merusak dan membakar Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Disinyalir, mereka tidak puas dengan pengumuman hasil tes CPNS 2018. Peristiwa pembakaran kantor Dinas Tenaga Kerja itu terjadi sekitar pukul 15.30 hingga pukul 17.15 Wit, Kamis (1/9) kemarin.

Menurut informasi yang diperoleh dari seorang tokoh adat asal Keerom, Agustinus Povay yang juga menjabat sebaga Sekretaris Dewan Adat Keerom, kepada media ini menuturkan pembakaran terjadi sekitar pukul 3.30 Wit, massa mulai berdatangan ke kantor Disnaker Keerom.

Pembakaran ini disinyalir terjadi disebabkan karena hasil tes CPNS yang dinilai tidak menitikberatkan pada anak asli Keerom, serta sangat mengecewakan. Bukan saja para peserta tes anak asli Keerom yang merasakan ketidakadilan ini. “Jujur saya sendiri sangat kecewa setelah mendengar informasi hasil tes CPNS ini,” terang Agus kepada wartawan.

Lanjut Agus, aksi pembakaran Kantor Dinas Tenaga Kerja kemarin adalah bentuk pelampiasan kekecewaan dan penyesalan para peserta tes, khususnya anak asli Keerom.

“Saya kira mereka melakukan aksi ini karena mereka telah menunggu lama dengan harapan nama-nama mereka akan disebutkan dan ada dalam daftar kelulusan hasil tes CPNS ketika diumumkan. Ternyata tidak demikian seperti yang mereka harapkan, makanya mereka ngamuk dan marah,” ujar Agustinus.

Kekecewaan datang juga dari salah seorang mahasiswa asal kabupaten Keerom berinisial (L dan J) saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya, dirinya ikut menyesalkan pengumuman hasil tes CPNS yang tidak mempioritaskan Putra Putri Keerom.

Baginya dengan hasil CPNS yang ada, yang tidak memihak pada Anak asli Keerom adalah bentuk pelecehan terhadap generasi yang ingin maju dan bersaing. ”Hasil ini jelas membuktikan ketidakbecusan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia Keerom yang lebih baik, serta hanya akan semakin menyudutkan dan melemahkan semangat saing para Putra Putri Keerom yang ingin mengasah kemampuan di bidang pemerintahan,” katanya.

Dirinya kembali mempertanyakan tentang implementasi UU 21 tahun 2001.
Apakah realitanya telah sejalan dengan keinginan dan harapan anak negeri atau tidak, ini mesti dievaluasi kembali karena banyak sekali terjadi ketimpangan-ketimpangan dalam penerapannya.

”Fakta kecil yang kita lihat massa merusak dan membakar Kantor Dinas Tenaga Kerja. Ini tidak seharusnya terjadi, alasan apapun itu tetap tidak. Saya mau katakan bahwa utamakan para pencari kerja orang asli Keerom yang telah memenuhi kriteria, selebihnya baru saudara kita yang bukan orang asli Keerom, “tegasnya.(Stevi/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.