Prosesi Adat Papua Sambut Kajati di Manokwari Selatan

0
49

MANOKWARI-PAPUA BARAT, Monitorpapua.com – Membangun Indonesia maju dalam penegakan hukum terus dilakukan jajaran Kejaksaan di berbagai daerah, salah satunya melalui kearifan lokal, tak terkecuali Kejaksaan Tinggi Papua Barat (Pabar) yang baru berdiri dan efektif beroperasi pada 7 Januari 2020 lalu.

Provinsi yang dahulu bernama Irian jaya Barat berdiri pada 18 April 2007 silam itu, kini berganti nama menjadi Papua Barat. Provinsi di ujung barat Pulau Papua ini memiliki 12 Kabupaten dan 1 Kota, yakni Kabupaten Fakfak, Kaimana, Manokwari, Maybrat, Manokwari Selatan (Mansel), Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Tambrauw, Sorong, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Sorong Selatan, dan Kota Sorong.

Setelah perjalananya, Provinsi ini telah berdiri kantor perwakilan wilayah dari pemerintah pusat, di antaranya kantor intansi penegak hukum, tak terkecuali Kejaksaan RI. Kini, Kejaksaan Tinggi Papua Barat dipimpin seorang jaksa senior bernama M. Yusuf.

Meski baru efektif beroperasi kantor Kejati Papua Barat, namun Kejaksaan terus melebarkan sayapnya, selain membangun Sumber Daya Manusia yang unggul, juga membangun sarana dan prasarana bersifat fisik, salah satunya akan berdirinya kantor-kantor Kejari di wilayah hukum Pabar.

“Memang, selama ini sudah lebih dulu berdiri kantor Kejari di 5 Kabupaten/Kota di wilayah tersebut, yang berkoordinasi dengan Kejati Papua di Jayapura,” ujar Kajati Pabar Yusuf, di Manokwari Selatan, Papua Barat, Selasa (28/1/2020).

Kajati Yusuf yang belum sebulan bertugas, terus menorehkan sistem penegakan hukum guna membangun Indonesia maju agar mendapat hati di tengah masyarakat. Melalui pendekatan persuasif dan kearifan lokal, Yusuf pun melakukan kunjungannya ke pelbagai Kabupaten/Kota di Papua Barat

Di Kabupaten Mansel, Kajati Yusuf menginjakkan kakinya di tanah Ransiki, sebuah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Mansel itu. Bersama asisten Kejati, Yusuf disambut dengan prosesi adat oleh tokoh dan masyarakat setempat dengan injak piring, sebuah tradisi adat yang berlaku di daerah itu.

Sementara sang Bupati Markus Waran mengalungi tas noken, yang terbuat dari serat kulit kayu, kini tas tradisonal itu menjadi salah satu warisan budaya bagi masyarakat Pabar.

Yusuf yang baru kali pertama hadir di daerah itu selain bersilaturahmi dengan tokoh dan masyarakat setempat, juga membahas sejumlah agenda dengan Pemerintah Kabupaten setempat, sekaligus memberikan 7 arahan program Jaksa Agung Burhanuddin.

“Selain memberi arahan kepada pemangku kepentingan Pemkab setempat sesuai pesan Pak Jaksa Agung untuk membangun Indonesia maju dengan kearifan lokal. Juga terkait pengembangan kantor Kejari,” ucapnya.

Lanjut Yusuf sebagai instansi penegakan hukum, Korps Adhyaksa terus berbenah dan berupaya membangun publik trust, karena keadilan harus hadir di tengah-tengah masyarakat, sehingga terjalin sinergitas dan mempermudah koordinasi serta sosialisasi secara preventif bagi masyarakat Mansel.

“Alhamdulilah, Kejaksaan mendapat hibah tanah di lahan sekitar 5 hektar, nantinya akan kita sampaikan kepada Pak Jaksa Agung dan pimpinan (Kejagung), karena mendapat dukungan Pemkab setempat dengan harapan segera dibentuknya Kantor Kejari di sini, karena Polres sudah terbentuk,” kata dia.

Dalam pertemuan itu, Kajati Pabar dan Bupati Markus Waran melakukan tanda tangan serah terima hibah berupa lahan seluas 5 hektar untuk Kejati Pabar yang berlokasi di kampung Tobouw (imbor) distrik Ransiki. Pemberian tanah hibah itu disaksikan unsur Kejaksaan dan pejabat Pemkab setempat. Ikut hadir mendampingi Kajati Yusuf diantaranya Asisten Intelijen Budi Hartono.

“Hadirnya Kejaksaan jangan dinilai sebagai intitusi menakutkan, tapi menjadi institusi sahabat masyarakat, dengan harapan dapat mempermudah bagi para pencari keadilan di bumi Kasuari ini,” tandas mantan Kepala Pusat DTF Badiklat Kejaksaan RI ini.

Terpisah, Bupati Monsel, Markus Waran menyampaikan Pemkab Mansel sedang menyiapkan pembangunan kantor pemerintahan, termasuk menyiapkan lahan untuk pembangunan perkantoran Kejari Mansel.

Sebab, sejak Kabupaten Mansel berpisah dengan Kabupaten induk Manokwari dan resmi dimekarkan pada 25 Oktober 2012 silam, maka Bupati Waran berharap sudah waktunya Kabupaten Mansel memiliki kantor Kejari sendiri.

“Saat ini kami (Pemkab Mansel) tengah mempersiapkan perkantoran pemerintahan. Untuk membangun kantor Kejari Manokwari Selatan. Kami siapkan lahan untuk bapak punya kantor, kalau bisa tidak lebih dari 5 hektar bapak,” ujar Bupati Waran.

Setelah serahterima dilakukan kedua pejabat itu pun saling menyampaikan terima kasih, karena telah memberikan kemudahan untuk pembangunan di bidang penegakan hukum. (Ren/Edw/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.