Rakyat Asli Papua, Jangan saling membunuh untuk kepentingan Jakarta

0
324
- Iklan Berita 1 -

PAPUA BARAT, Monitorpapua.com – Rakyat Asli Papua, jangan Saling membunuh untuk kepentingan Jakarta.

Hal ini ditegaskan Pastor Izaak Bame, Pastor Gereja Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong yang sangat prihatin atas bentrokan-konflik yang terjadi dalam internal RAKYAT ASLI PAPUA, terkait Pro dan Kontra DOB (Daerah Otonomi Baru) baik Proponsi dan Kabupaten, Jumat (10/6)

Demikian tulisan RD Izaak Bame kepada Redaksi. Menurut datannya, sangat jelas dalam hati Rakyat Asli Papua 80-90% menolak DOB kecuali para pejabat yang mati nurninya dan para pembodoh yang dibodohi oleh BIN-Intelegen Negara untuk mendukung DOB.

Persoalan pokok
itu bukan pemekaran sebagai sarana pemenuhan kebutuhan rakyat asli Papua tapi pemekaran sebagai taktik membatasi “Gerakan Organisasi Papua Merdeka”.

Inikan maksud yang tidak murni oleh Negara. Untuk itu kepada Pemerintah Indonesia ( PRESIDEN, DPR RI, MPR RI) mohon supaya jangan mwngorbankan rakyat asli Papua yang ke sekian kalinya.

Pemerintah Indonesia tidak punya niat yang murni membangun Papua. Kalau niat murni membangun Papua berarti membangun tanpa mengorbankan manusia. Sebab manusia itu yang akan merasakan dan mengalami Pembangunan.

Pembangunan bukan memperbanyak Daerah Otonomi Baru tapi bagaimana membuat Kabupaten-Kota-Propinsi yang sudah ada menjadi tempat aman bagi Rakyat Asli Papua.

Fakta menunjukkan bahwa sejak 1963-2022 terbentuknya Propinsi-Kabupaten-Kota tidak memberi manfaat banyak bagi rakyat asli Papua. Contoh kasus Kabupaten Fakfak, Sorong, Manokwari sebagai Kabupaten tua, tidak lebih dari 5-10 Orang Asli Papua, Kepala Dinas apa lagi Orang Asli Fakfak, Moi, Manokwari. Artinya dengan DOB bukan untuk mengangkat martabat rakyat asli Papua tapi bentuk penindasan baru lewat kuasa.

Untuk itu rakyat asli Papua dari Sorong-Merauke, Pengunungan dan Pantai jangan kita sendiri saling membunuh demi kemauan negara. Apalah artinya berjuang dengan panah-parang berhadapan dengan mortir-meriam, lebih baik keluh kesah Rakyat Asli Papua bawa dalam DOA.

Demikian himbauan saya mari HORMATI HIDUP YANG DIBERIKAN TUHAN dengan CUMA-CUMA. (IB/REN)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.