SORONG, Monitorpapua.com. – Renungan ASN Kemenag Kota Sorong Wutke S. Pangulimang-Laurentius Reresi Menyatukan Hati, Membawa Kasih
Pengkotbah dari GKI Pdt. Wutke S. Pangulimang membawakan tema “Pemberian yang berguna dan berbuah”. Sedangkan Laurentius Reresi, membawakan renungan dengan tema “Iman Kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan”. Dua orang pembawa firman ini tentu membawakan isi renungan yang berbeda namun mampu menyatukan hati para ASN Kemenag Kota Sorong beragama Kristen dan Katolik untuk terus berdoa dan mengamalkan kasih Tuhan kepada sesama dalam tugas pelayanan di Kantor maupun di mana saja berada.

Pdt. Wutke S. Pangulimang menghdirkan Sabda Tuhan pada hari ini diambil dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi 4: 10-20 mengajak ASN Kemenag Kota Sorong untuk merenungkan karya agung Allah dalam diri Rasul Paulus. Dalam khotbahnya, Wutke S. Pangulimang mengatakan walaupun berada dalam penjara di Roma, Paulus menyatakan sukacita nya bagi jemaat di Filipi (ay.1) karena jemaat di Filipi selalu ada dalam kesusahannya, bahkan mengirimkan Epafroditus salah seorang pelayan di Filipi untuk membantu dan melayani Rasul Paulus selama berada dalam penjara di Roma dalam penderitaan yang dialami Paulus mengajarkan beberapa hal:
Wutke S. Pangulimang melanjutkan khotbahnya, mengajak komunitas doa ini untuk mendalami bersama ayat 11-13, “Belajar mencukupkan diri dengan selamat sesuatu dan dalam situasi apapun, hal ini dapat terjadi karena komitmen iman yang kuat bahwa Yesus satu-satunya sumber kekuatan. Belajar mencukupkan diri perlu dipahami dan dipraktekkan agar disaat kita berkelimpahan (uang, kekayaan, jabatan) kita belajar untuk tidak menjadi orang sombong, menyalahgunakan wewenang, dan belajar jujur dengan tidak mengambil apa yang bukan milik kita, namun di saat kita berkekurangan kita akan belajar bersyukurdan tidak menjadi orang yang rendah diri tetapi tetap bersemangat untuk menjadi sumber inspirasi melalui karakter Hidup.

Selanjutnya kata Wutke S. Pangulimang , Paulus juga menegaskan pada ayat 17, bukan material yang dibutuhkan untuk membangun persekutuan atau hidup dengan orang lain tetapi yang paling dibutuhkan adalah buah iman dengan berdasar ke pada kasih Kristus, itu berarti sebagai ASN kemenag kota Sorong dapat memberi guna menunjang dan meningkatkan kinerja profesinalitas, intgritas, inovasi sebagai wujud kerja sama dan tanggung jawab dalam membangun dan menjalankan amanat bangsa.
Akhirnya, Sang Pengkotbah Wutke S. Pangulimang mengakhiri dengan mengajak seluruh ASN untuk merenungkan ayat 19-20. “Paulus menegaskan bahwa dalam hal memberi kita akan menerima berkat menurut kekayaan dan kemuliaan Tuhan serta baik pemberi maupun penerima dalam melakukan segala sesuatu semuanya hanya untuk kemuliaan nama Tuhan,” terang Wutke.

Laurentius Reresi memimpin Ibadah di Ruang Bimas Katolik mengambil tema sesuai kalender liturgi gereja Katolik Injil Matius 9: 18-26 “Iman Kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan”
Kisah ini menegaskan pentingnya percaya dan menyandarkan harapan iman kepada Tuhan. Peristiwa ini sekaligus menyadarkan orang Yahudi tentang keyakinan imannya. Seorang kepala rumah ibadat yang nota bene adalah pejabat Yahudi dapat melihat Kristus sebagai Tuhannya.
Bacaan INJIL Matius 9:18-26
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu. (Mat 9:18-26)
Dalam renungannya, Laurentius Reresi mengajak ASN Katolik untuk merenungkan Iman Kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan yang percaya kepada Yesus.
Kepala rumah ibadat Yahudi ini tahu pasti apa akibat dari sikapnya menyembah Yesus. Perjumpaannya dengan Yesus menjadi titik balik hidupnya, ia diselamatkan melalui iman. Bukan hanya kesembuhan anaknya yang ia dapatkan tetapi juga keselamatan.
“Peristiwa mengikuti dan menjadi murid Kristus, bukanlah setengah-setengah, melainakan mengikuti Kristus secara total. Sebagai pengikut Tuhan, kita harus menyertakan pertanggungjawaban iman., menaruh harapan dan cinta kepada Kristus dengan melaksanakan kehendak-Nya tanpa ragu-ragu.

Masih banyak orang yang mengaku “percaya“ Kristus tetapi tak mengimaninya secara benar. Hanya demi “status” sosial saja. Beriman pada Kristus adalah penyerahan diri secara total. Percaya bahwa Yesus adalah tempat mengadu dan menuju. Itulah yang dihayati oleh perempuan yang telah duabelas tahun sakit pendarahan. Akhirnya dia mengalami penyembuhan.
Marilah menyandarkan diri dan harapan kita kepada Tuhan. Dengan sungguh-sungguh menghidupi dan menghayati iman. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai ASN Kemenag dengan penuh tanggung jawab. Melayani sesama dengan baik dan penuh sukacita, (Wutke-Laurent)






