Siswa Kelas I SD YPPK Wilibrordus Kota Sorong Melatih Menuangkan Ide Valintine Day

0
86
Valentin Day di Kelas I SD YPPK Wilibrordus Kota Sorong

SORONG, Monitorpapua.com – “Hari ini saya dan teman-teman di SD Willibrordus 1 Kota Sorong membagikan bingkisan kecil merayakan hari kasih sayang atau dalam bahasa Inggris Valentine day tepat 14 Februari 2020,” tulis Ignatius Agung, siswa kelas I SD Willibrordus 1 Kota Sorong.

“Asyik juga, ada teman sekelas membawa kado berisi coklat silverqueen, wafer coklat dan lain-lain. Kami membuat undian. Saya bungkus beberapa buah silverqueen coklat, lalu saya dapat undian ternyata hanya satu buah silverqueen dalam kado itu. Asyik juga, lucu dan menganggumkan,” cerita Agung.

“Ibu guru Mira membuat kami tertawa dan bergembira bersama teman-teman sekelas. Kami berselfie bersama sambil mengangkat kado Valentine Day. Trimakasih Ibu Guru, Trimakasih teman-temanku,” ucap siswa kelas I serempak.

Setelah membagi-bagi kado dan bingkisan, anak-anak lanjut belajar. Ibu Guru mengajar seperti jam pelajaran hari Jumat. Demikian tulisan dari Ignatius Agung Reresi, siswa kelas I SD Wilibrordus Kota Sorong.

Redaksi monitorpapua.com juga menerima ucapan Happy Valentine Day dari pelbagai simpatisan, termasuk kumpulan para Filsuf dan Teolog dalam Komunitas Esvodus. Selain itu, ucapan Valentine Day datang dari Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Nani Bili Nusantara Kabupaten Sorong. Juga komunitas Katolik lainnya mengirim ucapan yang sama HAPPY VALENTINE DAY.

Ignatius Agung melatih menuangkan ide Valentine day

Redaksi Monitorpapua.com menerima sebuah tulisan yang dikirim narasumber mengisahkan Nama Valentine berasal dari nama seorang santo (orang suci dalam agama Katholik) bernama Valentine. Santo Valentine hidup di masa kekaisaran Roma, di bawah pimpinan Kaisar Claudius.

Nah, Kaisar Claudius ini kejem banget. Dia tak disukai rakyat Roma. Kaisar Claudius membuat peraturan, setiap pemuda Roma, baik yang sudah menika maupun yang belum, wajib jadi prajurit yang siap berlaga di medan perang. Dia juga melarang pemuda menikah pada usia muda. Tentu saja keputusan sadis ini tak disetujui rakyat Roma, khususnya pemuda. Mereka menolak mengisi formulir yang sudah disediakan Kaisar.

Sebagai seorang santo di gereja, Santo Valentine bertugas menikahkan pasangan muda-mudi. Kebijaksanaan Kaisar Claudius membuat Santo Valentine gelisah. Namun dia tetap teguh menjalankan tugasnya. Dia menikahkah pasangan muda-mudi secara diam-diam.

Sayangnya, tugas suci Sang Santo ini diketahui kaisar. Suatu malam Santo Valentine diciduk oleh prajurit kaisar saat menikahkan pasangan muda-mudi. Santo Valentine pun dipenjarakan.

Di penjara itu Santo Valentine berteman dengan Pak Asterius. Bapak ini punya anak gadis bernama Julia yang mengalami kebutaan sejak lahir. Julia sering menjenguk bapaknya di penjara. Pak Asterius lalu minta anak gadisnya itu untuk sering-sering mengunjungi Santo Valentine. Sang Gadis pun suka mengirimkan bunga kepada Sang Santo sebagai tanda persahabatan.

Suatu hari tanggal 14 Februari 269 Santo Valentine akan menjalani hukuman mati. Namun sebelum eksekusi dijalankan, Santo Valentine menitipkan secarik surat kepada Asterius buat anak gadisnya. Surat itu berisi rasa terimakasih yang dalam karena persahabatan mereka. Di suratnya, Santo Valentine menuliskan kata-kata “Cinta Dari Valentine-mu”.

St. Valentinus pun lalu dijatuhi hukuman mati. Setelah dipenjara, dipukuli beramai-ramai, kemudian dilempari batu lalu dipenggal kepalanya di Via Flaminian.

Santo Valentine kemudian dimakamkan di Gereja Praksedes Roma. Keesokan harinya , Julia menerima surat dari Santo Valentine. Sungguh ajaib, saat membuka surat itu, Julia menjadi bisa melihat huruf. Ini mukjizat! Julia sembuh dari kebutaannya. Demikian disadur kembali Sang Jurnalis Monitorpapua.com (REN/AGUNG/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.