Suara Dukungan Kenabian Bersumber Dua Dokumen Gereja Katolik

0
75
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua. com – Pastor Izaak Bame, Koordinator atas nama Imam Asli Papua Keuskupan Manokwari Sorong menegaskan Suara pernyataan dukungan kenabian atas nama Imam asli Papua KMS kepada Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru, M.Si berdasarkan dua dokumen Gereja yakni Gaudium et Spes dan Laudato Si.

Dijelaskan, Dokumen Gereja yang pertama bersumber dari Gaudium et Spes (1): “Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan, harapan, dukacita dan kecemasan para murid Kristus”.

Dokumen Gereja kedua ialah Laudato Si (rumah bersama) no 76, 84, 85 menegaskan tanah dan hutan serta segala yang hidup di dalamnya adalah gambaran wajah Allah penuh kasih, mengagumkan, mempesona, sekaligus misteri”.

Pastor Imanuel Tenau mengatakan dokumen pastoral ini sesungguhnya berkeinginan untuk menajamkan cara pandang kita dalam melihat problematika kita di Tanah Papua dengan ciri kepapuaiannya.

“Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang Moi selalu meninggalkan kisah yang mengenakan maupun menyakitkan bagi hidup pribadi maupun kelompoknya,” ucap Pastor Tenau.

Lebih lanjut kata Imanuel Tenau, Hidup orang Moi hari ini tidak terlepas dari Tanah leluhurnya yang menyusui, mendidik dan melindunginya. “Tanah orang Moi maupun orang asli Papua pada umumnya tidak hanya bermakna ekonomis namun lebih dari itu sebagai filosfi dan spiritual kehidupannya,” terang RD. Imanuel Tenau.

Selanjutnya kata Tenau, dokumen lingkungan hidup ini mengajak kita untuk menjaga dan merawat alam raya ciptaan Tuhan. Problem orang Moi ini ialah Ibu atau mama bumi ini sedang dan akan dieksploitasi, dirusak dan diperkosa serta dibunuh oleh kerakusan dan ketamakan berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkuasa selama ini, inilah tindakan kejahatan terhadap kehidupan yang hakiki.

Terkait hal itu, Imam asli Papua menegaskan sesuai terang Injil dan Ajaran Sosial Gereja serta realita hidup Orang Moi di atas tanah leluhurnya, yang sesungguhnya menjiwai keseluruhan gerakan kenabian Imam Asli Papua Keuskupan Manokwari Sorong.

Tentu, dalam kesatuan Gereja Partikular dan Universal, perlu memilih jalan bahkan mengandung resiko menunjukkan komitmen dukungan bagi orang asli Papua melalui Bupati Sorong dalam situasi yang tidak ideal ini yakni kedukaan dan kecemasannya. (*Ren/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.